Pemkot Baubau Kerja Keras Atasi Kemiskinan

KBRN, Baubau : Pemerintah Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) masih harus bekerja lebih keras untuk menekan tingginya angka kemiskinan.

Wakil Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse dalam rapat koordinasi penguatan kelembagaan masyarakat kelurahan RW/RT se-Kota Baubau di Palagimata, Senin (29/11/2021) menyebutkan angka kemiskinan di bumi halifatul khamis ini masih tinggi diangka Tujuh persen. Dari jumlah itu Tiga persennya masuk dalam kategori kritis.

Sementara disisi lain dalam target RPJMD Kota Baubau hingga akhir masa jabatan Tampil-Manis di tahun 2023 menargetkannya dibawah Tujuh persen. Terkait hal itu maka Pemda dengan bantuan RW/RT akan mendata ulang seluruh masyarakat miskin, sebab data yang ada saat ini dinilai belum sepenuhnya akurat.

“Masih ada upaya keras yang harus kita lakukan bersama bagaimana agar angka kemiskinan kita paling tidak sesuai dengan RPJMD. Di Bappeda kemarin kita sudah sepakati bersama akan ada pendataan yang lebih terfokus. Karena untuk bisa menyerap kelompok miskin itu harus dengan data yang akurat,” tambahnya.

La Ode menyebutkan peran RW/RT sangat penting dalam menghasilkan data warga miskin secara akurat. Namun dalam melakukan pendataan itu harus melakukannya secara amanah dan tidak hanya mendata keluarga dekat.

“Jujur, mengapa sampai dengan saat ini belum bisa menuntaskan masalah kemiskinan kalau kita menelusuri lebih jauh, selama ini kita salah dalam menentukan sasaran penerima.  Kadang-kadang kita yang disuruh data kemiskinan karena itu adalah saudara, kita masukan di dalam daftar isian untuk mendapatkan fasilitas. Akhirnya yang benar-benar miskin tidak dapat karena tidak ada keluarga yang jadi RT/RW,” terangnya.

Politisi PDIP ini optimis dengan data yang akurat, pemerintah mampu menekan angka kemiskinan, sebab dari dana yang terbatas itu akan benar-benar diberikan kepada warga yang memang membutuhkan uluran tangan pemerintah.

“Karena ibarat perang kita telah menggunakan peluru sebanyak-banyaknya untuk menembak tapi tidak pernah menembak orang yang tepat. Musuh tetap bergentayangan tapi peluru kita habis. Angka kemiskinan tidak pernah turun tapi biaya untuk kemiskinan habis,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar