Tingkatkan Promosi Tenun Sukanayo Melalui Galeri IKM

KBRN, Baubau : Kelurahan Sukanayo, Kecamatan Kokalukuna Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) kini miliki gedung bangsal sentra IKM sekaligus menjadi galeri tenun tradisional.

Gedung berlantai dua yang dibangun melalui anggaran DAK itu diresmikan oleh Sekda Baubau, Roni Muhtar yang didampingi Kepala Dinas Perdagangan dan Perindusterian Sultra, Siti Saleha, Sabtu (27/11/2021).

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Baubau, La Ode Ali Hasan mengatakan pembangunan gedung ini untuk menjawab permintaan para kelompok penenun yang selama ini kesulitan dalam hal promosi dan penjualan hasil produksi.

“Dengan adanya galeri ini promosi hasil produksi dapat ditingkatkan. Diera revoliusi industry 4.0 geleri ini dilengkapi dengan layanan wifi agar dengan mudah melakukan promosi secara digital, sehingga masyarakat luas mengetahui jika Sukanayo kini memiliki galeri tenun tradisional,” jelas La Ode.

Selain memamerkan hasil tenun, di gedung ini pengunjung akan melihat langsung produksi tenun yang dikerjakan secara manual dan edukasi pewarnaan alami benang.

Sekda Baubau Roni Muhtar meminta penenun Sukanayo untuk fokus pada produksi tenun dengan pewarna alami agar Sukanayo memiliki identitas tersendiri sebagai penghasil tenun Buton yang menggunakan pewarna alam agar memiliki nilai jual yang lebih bersaing.

Sekda menyebutkan untuk menembus pasar nasional dan pasar dunia diperlukan peningkatan kualitas produksi dengan memperhatikan kerapatan benang, dan memilih benang dengan kwalitas terbaik.

“Pemerintah harus hadir di dalam mengupayakan agar tenunan kita ini bisa tumbuh dan berkembang dimasa mendatang. Kita harus merubah kebiasaan kita, jika selama ini aktivitas tenun hanya untuk mengisi waktu luang, kini paradigmanya menenun adalah pekerjaan yang menghasilkan,” kata Sekda.

Sementara itu Kadis Perindag Sultra Siti Saleha mengaku mendukung penuh segala kegiatan serta siap bersinergi dengan program prioritas Pemda yang berkaitan dengan peningkatan produksi tenun tradisional.

Menurut Siti, diperlukan komitmen Pemda untuk mengeluarkan aturan kewajiban aparat pemerintah mengenakan pakaian tenun di hari-hari tertentu agar pengrajin terus berdaya guna dan lebih bersemangat untuk berproduksi.

“Dengan adanya gedung ini diharapkan menjadi energi dan semangat baru buat pengrajin agar lebih termotifasi untuk meningkatkan produktifitasnya,” pungkasnya.

Diakhir pernyataannya, Siti Saleha menginginkan adanya regenerasi penenun di Kelurahan Sukanayo. Keterampilan menenun tidak hanya dikuasai oleh orang-orang tua namun juga mampu diestafetkan pada generasi muda.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar