Target APBD Menurun, Pemkot Baubau Diminta Inovatif Cari Sumber Pendapatan Baru

Juru bicara Fraksi Bintang Perjuangan Pembangunan, Asaad Adi Karim saat menbacakan tanggapan fraksi (foto:RRI)
Juru Bicara Fraksi Hanura Perindo, Noor Gemilang Siradja saat menbacakan tanggapan fraksi (foto:RRI)

KBRN, Baubau : Menurunnya target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sulra) sejak beberapa tahun terakhir yang diakibatkan pandemi Covid-19 menjadi catatan khusus fraksi-fraksi di DPRD Baubau.

Juru Bicara Fraksi Hanura Perindo, Noor Gemilang Siradja menyebutkan Pemerintah Kota Baubau dituntut lebih kreatif dan inovatif dalam mencari sumber-sumber pendapatan baru agar tidak terus bergantung pada pendapatan yang bersumber dari dana transfer dan hibah.

“Fraksi mencatat tiga tahun terakhir terjadi trend penurunan pendapatan daerah. Fraksi Hanura Perindo kembali mendorong pemerintah Kota Baubau untuk memanfaatkan asset daerah berupa lahan, gedung, dan bangunan sebagai sumber pendapatan terbaru dengan cara menjalin kemitraan dengan dunia usaha, sektor swasta dan komunitas,” jelas politisi Hanura ini.

Gemilang menyebutkan PAD Kota Baubau di tahun 2019 mampu terealisasi Rp889 miliar namun menurun menjadi Rp844 miliar di tahun 2020. Bahkan diperubahan APBD 2021 hanya direncakan sebesar Rp840 miliar. Kondisi ini disebabkan oleh pandemi Covid-19.

“Pemerintah Kota Baubau diminta lebih realistis dalam menyusun proyeksi pendapatan baik yang bersumber dari dana transfer maupun PAD. Namun bukan berarti menetapkan target yang rendah sehingga menjadikan kita santai kemudian tidak perlu bekerja keras,” imbuhnya.

Juru bicara Fraksi Bintang Perjuangan Pembangunan, Asaad Adi Karim mengatakan pada RAPBD Kota Baubau tahun 2022 terlihat jelas pendaptan daerah masih sangat bergantung pada dana transfer dengan persentase 84,19 persen sedangkan PAD baru memberikan kontribusi 15,81 persen.  

“Olehnya itu fraksi bintang perjuangan pembangunan tiada hentinya menyampaikan kepada pemerintah kota baubau agar kiranya mengambil langkah-langkah inovatif dan strategis agar meningkatkan PAD. Masih banyak sumber-sumber PAD kita yang belum terserap secara maksimal terutama pada sektor pariwisata, pajak, retribusi parkiran dan pemanfaatan asset-aset daerah,” imbuh politisi muda PDIP ini.

Sebelumnya Wakil Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse menyebutkan dalam RAPBD tahun 2022 pendapatan daerah direncanakan sebesar Rp855.869.000.000 yang terdiri atas PAD Rp139.262.000.000, pendapatan dana transfer sebesar Rp720.567.000.000 dan lain-lain PAD yang sah sebesar nol rupiah.

“Dalam hal ini proporsi terbesar dari pendapatan daerah masih berasal dari dana transfer yang bersumber dari dana transfer pusat dan dana transfer antar daerah,” kata Wawali dalam pidato pengantar kepada daerah atas RAPBD Kota Baubau 2022.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar