Pemerintah dan Warga Kepulauan Buton Diharapkan Lestarikan Anyaman Balase

penggerak anyam balase Muh Yunan (Kanan)
para pengguna tas anyaman
Sejumlah Tas Balase digunakan sebagai tempat menyimpan aneka sembako

KBRN, Baubau : Penggerak Anyam Balase Muh Yunan harapkan masyarakat dan Pemerintah andil dalam pelestarian anyaman balase (kerajinan daun agel) yang hampir tak digunakan lagi masyarakat.

Wujud dari pada itu pemerintah daerah turut mengidentifikasi dan memberikan pendampingan serta pelatihan agar regenarasi para penganyam balase tak lekang oleh waktu.

Berdasarkan data pihaknya, pengrajin anyaman ini didominasi usia lanjut dan jumlahnya tak seberapa. Sedangkan para pemuda  tak satupun ditemukan dapat menganyam.

“Kalau yang kami bina ada dua kelompok di Baubau dan Buton Selatan, data pengrajin sekitar hampir 30 an orang, itupun sudah tua semua,”ungkap Yunan.Senin,(18/10/2021).

Menurutnya pengrajin anyaman ramah lingkungan itu tidak terpusat di Lampanairi Buton Selatan saja, namun tersebar di beberapa kecamatan di Kota Baubau diantaranya  Kecamatan Bungi, Sorawolio dan Kokalukuna.

Ia menilai Penggunaan tas balase sangatlah menunjang aktifitas sehari-hari sebagai  sebagai wadah pengganti kantong plastik, salah satu upaya mengurangi sampah plastik yang kian memprihatinkan.

Ketua Sukarelawan Hijau itu meminta Pemerintah memberikan akses kemudahan pemasaran Tas Balase sebagai salah satu wadah khas Kepulauan Buton.

“Bentuknya jadi tidak harus monoton namun variatif sesuai permintaan pasar sehingga bisa dipasarkan secara nasional dan global,”tambahnya.

Dalam sehari satu pengrajin anyaman daun agel dapat memproduksi antara 3 (tiga) hingga 5 (lima) buah tas dan dibandrol mulai Rp 10  hingga Rp 15 ribu berdasarkan ukuran.

Sejauh ini upaya yang dilakukan penggerak anyam balase adalah membantu pemasaran lewat marketplace dan media sosial. Sedang para pembeli rata-rata penggunaan tas tersebut sebagai wadah penyaluran bantuan sembako dan menyimpan daging kurban pada momen idul adha.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00