Atasi Kemacetan, Pemkot Kendari Bangun Jalan Lingkar Dalam

KBRN, Kendari : Dalam upaya mendukung percepatan pembangunan dan perkembangan wilayah pemerintah kota (Pemkot) Kendari, Sulawesi tenggara (Sultra) membangun jalan alternatif baru.

“Dengan di bangunnya jalan baru di harapkan dapat menjadi sentra baru dalam aktivitas masyarakat, selain itu dengan dibangunnya inner ringroad dapat memecah kemacetan yang sudah mulai dirasakan oleh masyarakat sekaligus memberikan dampak pertumbuhan ekonomi baru di kota kendari.”Tutur Walikota Kendari Sulkarnain kadir di sela – sela Groundbreking pembangunan jalan kembar kali kadia Zainal Abidin Sugiato – H.A.E Mokodompit, Senin (18/10/2021).

Menurut Sulkarnain sedangkan anggaran yang di gunakan dalam membangung jalan tersebut atau inner ringroad sebesar 210 miliar yang berasal dari dana pinjaman lunak Program Pemulihan Ekonomi (PEN) pemerintah pusat, dan pengerjaan jalan alternatif baru ini diperkirakan dapat selesai pada tahun 2022 mendatang.

“Anggarannya kurang lebih 210 miliar  dan di perkirakan sekitar bulan Mei – Juni 2022 sudah bisa di manfaatkan oleh masyarakat.”Ujar Walikota Kendari.

Sementara itu ketua DPRD kota Kendari Subhan ST mengatakan pihaknya sangat mendukung apa yang menjadi kebijakan dan program pemerintah kota kendari, dengan harapan pembangunan jalan alternativ baru dapat berjalan dengan lancar dan bisa menjadi solusi pertumbuhan ekonomi baru di kawasan yang sejak puluhan tahun tidak tersentuh oleh pembangunan serta dapat mengurai kemacatan yang ada di kota kendari.

“Kami sangat mendukung apa yang menjadi kebijakan dan program yang sudah dilaksanakan hari ini dengan harapan pekerjaannya dapat berjalan dan bisa menjadi solusi untuk kemacetan serta pertumbuhan ekonomi baru.”Tutur Subhan. ST

Untuk di ketahui selain memperlancar arus lalulintas, jalan tersebut akan menjadi lokasi wisata baru di kota Kendari karena fasilitas jalan akan dilengkapi dengan bundaran air mancur mirip bundaran Hotel Indonesia di Jakarta, namun dengan ukuran lebih besar yakni 120 meter dan jalan tersebut akan disediakan delapan titik untuk lokasi pusat kuliner disekitar bundaran.

Rencananya jalan tersebut akan dibuat dua ruas dan akan dibangun mengikuti standar jalan nasional dengan lebar 3.5 meter per lajur dengan total ruang milik jalan (rumija) selebar 30 meter dan pajang jalan 4,1 kilo meter terdiri dari jalan dari kali kadia ke rumah sakit kota sepanjang 1,5 km dan jalan Z.A. Sugianto ke jalan H.A.E.Mokodompit (kampus Unhalu) sepanjang 2,6 km.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00