Pemkot Baubau Kembangkan Jagung Kuning 100 Hektare

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Baubau, Muhammad Rais(Foto: RRI)

KBRN, Baubau: Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Baubau Sulawesi Tenggara(Sultra) mengembangkan jagung kuning varietas pioneer seluas 100 hektare di kelurahan Gonda Kecamatan Sorawolio pada tahun 2021 ini. 

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Baubau, Muhammad Rais mengungkapkan saat ini benih jagung tersebut sudah di bagikan ke petani dan rencana penanaman dimulai November mendatang. 

"Pada tahun anggaran 2021 kita akan kembangkan tanaman pangan dikelurahan Gonda. Dimana, kita dapat bantuan dari Pemprov Sultra benih jagung kuning varietas pioneer kurang lebih untuk 100 hektare. Rencana penanaman pada November ini,"tutur Muh. Rais dikonfirmasi rri.co.id, Senin(20/9/2021). 

Lebih lanjut Rais mengatakan, untuk menunjang pengembangan tanaman jagung tersebut, tahun ini pihaknya juga akan membangun jalan usaha tani di Kelurahan Gonda sepanjang 1 kilometer bersumber dari APBD. 

Pembangunan jalan usaha tani ini diharapakan dapat memudahkan petani menjangkau lahan yang menjadi lokasi pengembangan jagung dan sejumlah komoditi tanaman pangan lainnya. 

"Karena itu, ditahun 2021 ini kita sudah siapkan anggaran pembuatan jalan usaha tani kurang lebih 1 kilometer dan rencana pada awal Oktober sudah mulai dikerja,"ungkapnya.

Ia mengatakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Baubau sudah membangun kesepakatan dengan pemerintah kelurahan Gonda, tokoh adat dan tokoh masyarakat terkait kesiapan penanaman jagung tersebut. 

Dimana, bila jagung ini berhasil ditanam dengan baik dilaham seluas 100 hektare maka pihaknya akan menambah lagi panjang jalan usaha tani ditahun mendatang. Karena target panjang jalan usaha tani yang akan dibangun sedianya 3 sampai 4 kilometer. 

"Kalau jagung ini bisa ditanam dengan bagus sesuai harapan kita maka ini reward sehingga Dinas Pertanian bisa lagi menambah panjang jalan usaha tani yang ada. Tapi kalau misalnya mereka tidak bisa melakukannya, maka kita akan cari lagi tempat yang lain,"ujarnya.

Dikatakan Rais, yang menjadi keinginan kuat pihaknya menggenjot pengembangan jagung kuning ini salah satunya karena untuk mendukung sektor peternakan yang juga sedang dikembangkan. Sebab pengembangan ternak tidak terlepas dengan penyediaan pakan yang cukup. 

Pihaknya meyakini bila penanaman jagung ini berhasil, maka permintaan pasokan pakan ternak dari luar daerah perlahan-lahan juga bisa berkurang. Karena ditaksir, penanaman jagung seluas 100 hektare ini sudah paling minimal mampu menghasilkan 500 ton jagung. 

Ia juga mengatakan, saat ini beberapa pengusaha lokal telah menyatakan kesiapannya untuk membangun pengelolaan pakan ternak di Baubau salah satunya berada di kelurahan Wonco. 

"Mudah-mudahan pada tahun 2022 mendatang, persoalan pakan ternak perlahan-lahan sudah bisa teratasi,"tutup Rais.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00