Pemkot Minta Pedagang Patuhi Aturan Pengelolaan Pasar Wameo

KBRN, Baubau: Dinas Perdagangan dan Perindustrian(Disperdagin) Kota Baubau Sulawesi Tenggara(Sultra) meminta pedagang mematuhi aturan pengelolaan pasar Wameo antara lain terkait penarikan retribusi lods dan sewa kontrak kios sebagaimana telah ditetapkan Pemkot Baubau.

Aturan itu dituangkan dalam Peraturan Daerah(Perda) Kota Baubau Nomor 8 tahun 2016 tentang retribusi pelayanan pasar dan Peraturan Wali Kota(Perwali) Baubau Nomor 6 Tahun 2021 tentang petunjuk pengelolaan pasar Wameo.

Hal itu ditegaskan Kepala Disperdagin Baubau, La Ode Ali Hasan, karena masih ada sejumlah pedagang mengontrak bahkan membeli kios Pasar Wameo kepada pihak lain.

“Kios Pasar Wameo yang dikontrak pedagang kepada pihak lain itu merupakan aset Pemkot Baubau atas hibah dari Kementerian Perdagangan dan tidak diperjual belikan. Kemudian, kalaupun ada pedagang hendak mengontrak kios itu harus kepada Pemkot Baubau melalui Disperdagin,”tegas Ali Hasan dalam keterangannya kepada rri.co.id usai sosialisasi pengelolaan dan penataan pasar Wameo kepada pedagang bertempat di Aula Kantor Kecamatan Batupoaro, Rabu(4/8/2021).

Dalam sosialisasi tersebut, juga menghadirkan pembicara Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negera Kejaksaan Negeri Baubau, Puwanta Sudarmaji, dan Camat Batupoaro, Samsuddin.

Ali Hasan menjelaskan, sesuai Perwali nomor 6 tahun 2021, jangka waktu kontrak kios pasar Wameo yakni selama 5 tahun dengan biaya kontrak sebesar Rp 12,5 juta. Meski begitu, pedagang diberi kemudahan untuk mengontrak yakni cukup membayar diawal sebesar Rp 5 juta dan selanjutnya dapat dicicil Rp 1,5 juta selama lima tahun.

Saat ini kata dia, jika merujuk aturan pengelolaan pasar Wameo, masih ada sekira 200 kios ditempati pedagang belum tertib administrasi dan sedang diupayakan agar secepatnya dapat berkontrak dengan Pemkot Baubau.

"Sedangkan untuk kios yang sudah kami tertibkan adamintrasinya sekira 400 kios dan itu sudah berkontrak kepada kita(Pemkot Baubau-red),"ujarnya.

Adapun langkah penertiban administrasi kios Pasar Wameo itu kata Ali Hasan, bertujuan untuk mendongkrak pendapatan asli daerah(PAD).

Ia mengatakan, jika semua kios dan lods Pasar Wameo sudah tertib administrasi maka diperkirakan dapat menyumbang PAD sebesar Rp 1 miliar. Karena merujuk PAD Disperdagin Baubau tahun 2020 sudah mampu mencapai realisasi sebesar Rp 860 juta lebih yang bersumber dari Pasar Wameo dan sebagian kecil dari Pasar Karya Baru.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00