Pemkot Baubau Rencana Gunakan Beras Lokal Untuk ASN

KBRN, Baubau: Pemerintah Kota Baubau Sulawesi Tenggara (Sultra) berencana membuat kebijakan agar seluruh aparatur sipil negera(ASN) menggunakan beras lokal yang disuplay dari Bulog. 

Hal itu menyusul adanya surat edaran(SE) Gubernur Sulawesi Tenggara(Sultra) ditujukan kepada Bupati/Wali Kota se-Sultra tentang penggunaan beras Bulog. 

Sekretaris Daerah Kota Baubau, Roni Muhtar mengatakan surat edaran Gubernur Sultra itu telah diterima pihaknya dan segera ditindaklanjuti. Namun pihaknya akan mencoba mengatur stok beras Bulog agar menyerap beras lokal. Pasalnya, Kota Baubau memiliki beras lokal dari petani kelurahan Ngkaring-Nkaring dan sekitarnya. 

Menurut Jenderal ASN Kota Baubau ini,  penggunaan beras lokal dimaksudkan agar apa yang dihasilkan susah payah oleh petani bisa terjual dengan harga yang sesuai pasar. 

“Nanti beras yang dibeli Bulog dari petani di Ngkaring-Ngkaring akan dijual dengan harga pasar juga kepada para ASN Kota Baubau. Namun mekanismenya akan dibicarakan kemudian. Jadi saya akan lapor dulu ke Wali Kota Baubau terkait ini untuk kita minta saran, pandangan, dan perintah dari Wali Kota Baubau tentang bagaimana seharusnya kita tindak lanjuti surat Gubernur Sultra ini,”ungkap Roni Muhtar ditulis,Kamis(6/5/2021). 

Lebih lanjut menurut Roni, penggunaan beras lokal untuk ASN diharapkan dapat berefek banyak antara lain petani bisa menjual hasil produksinya dengan harga yang sesuai harga pasar. 

Disamping itu, ASN akan dimudahkan mendapatkan beras lokal karena akan didistribusi oleh Bulog di kantor-kantor organisasi pemerintahan daerah(OPD) setiap akhir bulan. Kebijakan ini rencana dimulai pada Juni 2021 namun demikian masih menunggu persetujuan Wali Kota Baubau. 

Sementara Kepala Cabang Bulog Baubau  Ardiansyah mengaku Bulog siap menyerap beras lokal dari petani yang kemudian dikemas dalam bentuk ukuran 10 Kg atau 25 Kg. 

Ia mengatakan, sedangkan terkait harga beras yang dibeli Bulog dari petani akan disesuaikan dengan mekanisme pasar. Dimana, bila sebelumnya berlaku harga pemberian pemerintah, namun karena ini komersial sehingga beras lokal yang dibeli dari petani akan disesuaikan dengan mekanisme pasar. 

“Jadi nanti petani atau penggilingan bawa berasnya ke Bulog setelah itu masuk di penggilingan Bulog dan setelah itu langsung kita bayar ke petani. Petani tidak perlu menunggu berapa hari uangnya karena Bulog langsung bayarkan pada saat sudah masuk ke Bulog. Setelah itu kita kemas lagi dengan mungkin kita pakai brend sendiri untuk produk lokal Kota Baubau,"tutur Ardiansyah. 

Menurutnya, dengan adanya  penggunaan beras Bulog oleh ASN maka ASN tidak perlu lagi ke pasar sebab Bulog akan lansung mendistribusikannya ke kantor masing-masing. 

Ardiansyah mengatakan, sementara terkait mekanisme pembayaran beras oleh ASN, akan dipotong lansung di gaji masing-masing ASN oleh bendahara ASN tersebut. Namun demikian hal itu akan diatur lebih lanjut dalam perjanjian kerja sama antara Bulog dan Pemkot Baubau. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00