KPPN Baubau Cairkan Rp13,9 Miliar Untuk Pembayaran THR 2021

Kepala KPPN Baubau, Nazuar (Foto:RRI)

KBRN, Baubau : Tunjangan Hari Raya (THR) untuk Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, Polri, Pensiunan, Penerima Pensiun, dan Penerima Tunjangan serta Tunjangan Hari Raya Keagamaan (THR Keagamaan) untuk Pegawai Non-ASN akhirnya dibayarkan.

Hal ini setelah Pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 63 Tahun 2021 tentang tentang Pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) dan Gaji Ke-13 kepada Aparatur Negara, Pensiunan, Penerima Pensiun dan Penerima Tunjangan Tahun 2021.

Disusul dikeluarkannya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 42/PMK.05/2021 tentang petunjuk teknis pelaksanaan pemberian THR dan gaji ke-13 kepada aparatur negara, pensiunan, penerima pensiun dan penerima tunjangan tahun 2021 yang bersumber dari APBN.

Meskipun masih dalam masa kondisi Pandemi COVID-19, Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Baubau selaku kuasa bendahara umum negara tetap bekerja semaksimal mungkin dan berkomitmen penuh untuk memproses pencairan THR bagi satuan kerja di wilayah Kepulauan Buton.

"Kami selalu berkomitmen penuh membantu mitra kerja kami, satuan kerja di wilayah Kepulauan Buton, dalam pencairan dana APBN dalam hal ini proses pencairan THR 2021. Guna mewujudkan komitmen tersebut kami membuka jam layanan tambahan mulai hari Kamis, 29 April 2021 hingga Minggu 2 Mei 2021 khusus untuk pencairan THR 2021,” ungkap kepala KPPN Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), Nazuar, Senin (3/5/2021).

Nazuar mengatakan KPPN Baubau telah mencairkan seluruh THR senilai Rp13.936.114.100 kepada 95 Satker dengan rincian Rp12.489.058.800 diberikan kepada 3.099 PNS dan Anggota POLRI, Rp101.688.000 diberikan kepada 19 orang pegawai LNS, dan Rp1.147.251.000 diberikan kepada 577 orang PPNPN.

"Kami sangat berterima kasih kepada Satker di wilayah Kepulauan Buton yang sangat responsif dalam mengajukan permohonan Surat Permintaan Pembayaran (SPM) THR 2021 ini sehingga progress realisasi pencairan THR 2021 dapat sesuai dengan target pemerintah,” terangnya.

Diakuinya, pencairan THR yang cepat sangat penting untuk pemulihan ekonomi daerah di masa pandemi. Diharapkan proses pencarian THR di Pemerintah Daerah juga dapat diselesaikan secara cepat sehingga dampak terhadap ekonomi daerah di Kepulauan Buton dapat lebih maksimal", tambahnya.

THR tahun ini dibayarkan sebesar gaji pokok dan tunjangan melekat saja karena kondisi APBN yang masih menjadi instrumen utama penanganan COVID-19 sehingga dana yang ada, harus dibagi-bagi untuk pos-pos pengeluaran lain terutama pos penanganan COVID-19.

“Kebijakan ini masih sama seperti pembayaran THR tahun 2020 yang lalu. Sedikit perbedaan adalah penerimanya. Jika THR 2020 pejabat negara dan pejabat eselon II ke atas tidak menerima THR, maka untuk tahun ini semua berhak menerima,” pungkasnya.

Pemerintah berharap pemberian THR dapat memberikan stimulus ekonomi yang positif bagi perekonomian rumah tangga, perekonomian di daerah maupun perekonomian secara nasional, sehingga dapat segera pulih dari dampak pandemi COVID-19.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00