Kumpulkan Rp271 Juta, Kelompok Ibu dan Perempuan di Baubau Berbagi THR dan Paket Sembako

Pelepasa Kegiatan Berbagi, Ditandai dengan Penyerahan Paket Sembako kepada Kaum Duafa oleh Wali Kota Baubau, AS Tamrin (Foto:RRI)

KBRN, Baubau : Bulan suci ramadan sebagai bulan yang berkah selalu dimanfatatkan umat muslim untuk memperbanyak pahala dan mengharapkan ampunan, tidak terkecuali kelompok Ibu-ibu dan perempuan di Kota Baubau.

Kelompok yang terdiri dari Dharma Wanita Persatuan (DWP), Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT), Gabungan Organisasi Penyelenggara Taman Kanak-Kanak Indonesia (GOPTKI), Muslimat NU, Paguyuban Jawa dan Mahasiswa KKN UHO itu berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp271.163.000.

Dana ini akan dibagikan kepada kaum duafa dan anak yatim dalam bentuk THR dan paket sembako. Selain itu ada pula bantuan dalam bentuk takjil sebanyak 34.361 paket yang akan dibagikan di Ponpes dan pondok tahfiz dan Kecamatan.

Ketua DWP Kota Baubau, Dr. Nanik Hindaryati Ningsih Roni Muhtar mengatakan aksi sosial yang digagas oleh kartini-kartini moderen ini dirangkaikan dengan momentum ramadan, hari kartini dan gerakan PO 5 dalam meningkatkan persatuan menjadi wanita-wanita tangguh Indonesia.

“Ini semua adalah peran kartini-kartini moderen, membantu walau hanya sedikit jelang hari raya. Kita budayakan tradisi masyarakat Buton untuk pohamba-hamba (saling membantu) bukan hanya dalam fikiri (pikiran) dan tenaga tapi juga rejeki,” jelasnya saat pelepasan di rujab Wali Kota Baubau, Jumat (30/4/2021).

Sementra itu Wali Kota Baubau AS Tamrin mengapresiasi niat tulus kaum Ibu dan perempuan ini. AS Tamrin mengingatkan aksi berbagi ini harus didasari niat yang ikhlas agar menjadi pahala.

Diapun berpesan takjil yang akan dibagikan itu harus benar-benar bersih sehingga tidak menjadi penyebab penyakit.

“Saya wanti-wanti takjilnya harus buah yang segar. Kemudian pastikan siapa yang bikin, pastikan dimana beli barangnya, harus perjelas,” pintanya.

AS Tamrin juga mengingatkan dalam pelaksanaannya nanti tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat, mengingat saat ini masih dalam pandei Covid-19.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00