Sidak Pasar, Distributor dan Pedagang Diingatkan Tak Permainkan Harga

​​​​​​​Pemantauan Stok dan Harga di Pasar Wameo, Kota Baubau (Foto:RRI)

KBRN, Baubau : Ketersediaan sejumlah kebutuhan pokok  di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, (Sultra) jelang lebaran idul fitri 1442 H terpantau normal. Sementara itu harga sejumlah komoditi terpantau mengalami gejolak kenaikan namun dalam batas yang wajar.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Kota Baubau, Roni Muhtar kepada sejumlah awak media usai melakukan sidak pasar sekaligus pemantauan harga dan distribusi di pasar tradisional, pasar moderen dan gudang Bulog Baubau bersama stakeholder terkait, Jumat (30/4/2021).

Roni menyebutkan, di pasar Wameo, harga minyak goreng pada merek tertentu naik dikisaran Rp1.000-Rp2.000, sementara di lippo plaza minyak dengan merek yang sama harganya justru lebih murah. Olehnya itu Roni meminta para distributor dan pedagang tidak menaikan harga dan membuat panik pasar.

“Saya menghimbau jangan memainkan harga, jika harganya lebih tinggi maka orang akan lebih memilih belanja di pasar moderen. Tempatnya dingin, bersih, ada kepastian harga, dan tidak becek,” tegasnya.

Roni mengatakan seharusnya pasar tradisional menjual lebih murah disbanding pasar modern, sebab jika tidak masyarakat akan berbondong-bondong berbelanja di pasar modern dengan berbagai kelebihannya. Jika ini terus terjadi maka akan berdampak pada penurunan daya beli masyarakat di pasar tradisional.

“Hal-hal beginilah yang kemudian sehingga menjadi sumber permasalahan di kalangan pedagang tradisional, akhirnya kekurangan pelanggan. Ini yang kita himbau harganya harus sama atau lebih murah,” pungkasnya.

Dari hasil sidak juga diketahui saat ini Bulog Baubau menguasi 1400 Ton beras yang dalam waktu dekat akan ada penambahan 500 ton lagi. Jumlah ini dapat mencukupi kebutuhan masyarakat di Kepulauan Buton hingga setelah lebaran Idul Fitiri.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00