KPPN Baubau Dorong Percepatan Penyaluran Dana Desa. Ini Persentasenya

Kepala KPPN Baubau, Nazuar, SE (Foto :RRI)

KBRN, Baubau : Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) terus mendorong percepatan realisasi dan penyaluran Dana Desa tahun 2021 di wilayah kerjanya.

Dari Lima Desa penerima, semuanya sudah melakukan pencairan pada Triwulan pertama, namun besaran persentase di tiap daerah berbeda-beda.

“Realisasi per 23 April, Kabupaten Buton dari Pagu Rp73.888.181.000 telah merealisasikan Rp 7.401.915.200 atau 10,02 persen. Wakatobi, dari pagu Rp67.308.221.000 telah merealisasikan Rp13.142.646.480 atau 19,53 persen,” jelasnya kepada RRI, Senin (26/4/2021).

Buton Utara, persentasenya baru mencapai 6,74 persen atau Rp4.717.737.200 dari Pagu 70.028.307.000. Buton Selatan, Pagu Rp62.349.953.000 realisasinya Rp23.444.481.200 atau 37,60 persen, Buton Tengah, pagu Rp65.692.716.000 realisasi Rp11.665.269.120 persentase 17,76 persen.

“Yang masih rendah itu Buton Utara. Kami sudah koordinasi dengan Pemdanya kita dorong bagaimana secepatnya disalurkan dan direalisasikan secepatnya,” terangnya.

Nazuar berharap seluruh daerah dapat mempercepat proses realisasi karena di dalam Dana Desa tersebut terdapat program strategis pemerintah yakni Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), baik dalam bentuk program Bantuan Langsung Tunai (BLT), regular dan penanganan Covid-19.

“Terlambatnya penyaluran akan berdampak pada terlambatnya pemanfaatan anggaran yang telah disiapkan pemerintah untuk masyarakat. Sedangkan keinginan pemerintah Dana Desa ini agar dilaksanakan dengan cepat, tepat, transparan dan akuntabel,” tambahnya.

Nazuar menyebutkan dengan percepatan pencairan maka diharapkan akan terdapat perputaran uang dan pertumbuhan ekonomi ditengah pandemic Covid-19 yang berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat.

“Ada dampak pertumbuhan, ada peningkatan pendapatan, untuk belanja sehingga ada efek perputaran uang. Makanya kita dorong percepatannya,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00