Di Tengah Pandemic PT ASDP Ferry Baubau Masih Beroperasi Normal

Di Tengah Pandemic PT ASDP Ferry Baubau Masih Beroperasi Normal
Di Tengah Pandemic PT ASDP Ferry Baubau Masih Beroperasi Normal
Kapal Ferry Milik PT ASDP Cabang Baubau (Foto : Arul RRI)

Deskripsi Gallery

KBRN, Baubau : Meski ditengah pandemic Covid-19 PT Angkutan Sungai Danau dan Antar Penyebrangan (ASDP) Ferry Cabang Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) masih beroperasi secara normal dan sampai saat ini belum ada perintah pemberhentian ataupun pengurangan armada maupun trip di seluruh lintasan.

Kendati demikian ASDP tidak melakukan angkutan arus mudik. Hal itu terkonfirmasi oleh Genderal Manager PT ASDP Ferry Cabang Baubau, Suharto saat dihubungi RRI pada Jumat, (22/5/2020).

“Armada tetap selama belum ada surat dari Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat untuk tidak menyetop transportasi kami tetap menyediakan pelayanan untuk public khsusnya untuk logistic,” jelasnya.

Suharto mengatakan yang ada saat ini adalah penerapan pembatasan penyeberangan penumpang dan diprioritaskan kepada logistik. Di tiap pelabuhan penyeberangan terdapat titik Check Point untuk menyeleksi siapa-siapa saja yang layak untuk melintas. Hal ini merujuk SE Gugus Tugas Covid-19 dan SE Dirjen Perhubungan Laut terkait pembatasan mudik.

“Adanya pembatasan pemudik sehingga yang bisa diizinkan hanya angkutan-angkutan logistic, angkutan TNI/Polri, petugas Covid-19, petugas medis/ambulace/mobil jenazah serta orang-orang penting dengan kepentingan mendesak itupun harus mendapat izin dari satgas Covid-19 di titik check point,” tambahnya.  

Selain itu lanjut Suharto khusus lintasan Baubau-Waara ditetapkan sebagai lintasan non mudik karena yang melintas adalah mereka yang melakukan aktifitas rutin, seperti bekerja dan berbelanja sehingga tidak diberlakukan dokumen penyebrangan.

“Karena mereka ini rutinitas bekerja pergi pagi pulang sore, ini bukan mudik karena armada Ferry sama halnya sebagai jembatan penyeberangan saja,” tandasnya.

Disisi lain Suharto menyebutkan selama pandemic perusahan plat merah ini mengalami penurunan pendapatan yang sangat signifikan karena terjadi penurunan jumlah penumpang yang mencapai 50-60 persen.

Konsisi inipun kata Suharto dimungkinkan akan dilakukan pengurangan jumlah trip ditiap lintasan, namun akan disesuaikan dengan kondisi lapangan.

“Seharusnya di saat-saat seperti ini (jelang lebaran Idul Fitri 1440 H) lintasan yang padat sekali itu di lintasan Tampo-Torobulu, Amolengo-Labuan, namun saat ini penurunannya mencapai 60-70 persen disbanding dengan arus mudik tahun lalu,” tutupnya.

Gallery Info

  •   Dibuat oleh : Haerul Mulku Wataullah
  •   Tanggal : 22 Mei 2020

Share this

FOTO LAINNYA

00:00:00 / 00:00:00