Potensi Melimpah, DEN Dorong Sultra Kembangkan EBT

KBRN, Baubau: Dewan Energi Nasional (DEN) mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengembangkan berbagai potensi energi baru terbarukan (EBT) yang ramah lingkungan dan rendah karbon. 

Anggota DEN dari pemangku kepentingan lingkungan hidup, Yusra Khan saat kunjungan kerjanya di Sultra mengatakan, penggunaan EBT sejalan dengan komitmen Paris Agreement atau Persetujuan Paris untuk mengurangi emisi Gas Rumah Kaca. Tindak lanjut dari Paris Agreement itu juga telah disahkan melalui Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2016.

Yusra mengatakan Sultra memiliki potensi EBT yang melipah seperti angin, matahari dan panas bumi. Namun sayangnya, semua potensi itu belum dimanfaatkan maksimal. 

Karena itu dirinya meminta penggunaan EBT harus mulai dilakukan, selain lebih ramah lingkungan dan rendah karbon, juga untuk mengurangi ketergantungan Sultra terhadap penggunaan energi fosil yang sudah mulai menipis. 

"Kita mendorong segala potensi keaneragaman energi yang ada di Sultra supaya mulai dimanfaatkan secara bertahap sesuai kemampuan Pemprov Sultra seperti contoh mulai menggunakan pembangkit listrik tenaga matahari untuk memenuhi kebutuhan listrik kantor-kantor pemerintah, sekolah-sekolah ataupun kantor swasta,"kata Yusra Khan kepada rri.co.id di Baubau, Rabu malam (23/9/2021). 

Mantan Duta Besar RI untuk Meksiko ini mengatakan, penggunaan EBT di Indonesia saat ini masih rendah padahal krisis energi fosil sudah di depan mata. Jika tidak ada terobosan berarti di sektor energi, bukan tidak mungkin Indonesia mengalami defisit energi. 

"Kalau kita lihat dari hasil pengkajian lembaga pemerintah, energi fosil ini seperti minyak bumi, persediaan kita sudah menipis sebagai contoh kita sudah mengimpor dalam jumlah cukup banyak untuk kebutuhan dalam negeri. Begitu pula batu bara mulai menipis karena pemanfaatan yang maksimal di Indonesia," ungkapnya.

Atas kondisi itu, Yusra juga meminta semua Pemda di Sultra mulai dari sekarang mengembangkan pembangunan energi nabati ataupun biomassa yang berasal dari tumbuh-tumbuhan.

"Pemerintah sekarang kan sudah punya program hutan tanaman energi. Jadi, lahan-lahan terbuka supaya ditanami tanaman energi agar bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan listrik masyarakat," ujarnya.

Anggota DEN dari pemangku kepentingan akademisi, Musri Mawaleda menambahkan, saat ini DEN sedang mendorong kebijakan pemerintah pusat agar pengembangan EBT untuk kapasitas kecil bisa didelegasikan ke pemerintah daerah baik melalui perusahaan daerah maupun partisipasi masyarakat melalui koperasi. 

Karena menurutnya, gerakan pemanfaatan EBT terutama dalam skala kecil akan cepat tercapai bila mendorong peran serta masyarakat dan Pemda. 

"Jadi selain kita mendorong agar pemda maupun masyarakat melalui koperasi bisa membangun pembangkit EBT, kita juga mendorong supaya mereka bisa mengelolanya sehingga energi yang dihasilkan tidak selalu dijual ke PLN tetapi dari mereka sendiri yang lansung menjualnya kepada masyarakat,"kata Musri. 

Untuk itu dirinya menyarankan Pemda mulai dari sekarang mulai melakukan identifikasi dan penghitungan yang akurat seberapa besar kapasitas energi yang bisa dihasilkan dari potensi-potensi EBT yang ada. 

"Dan untuk melakukan itu tidak membutuhkan biaya besar, karena Pemda bisa menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi sehingga dengan dana kecil, Pemda sudah bisa mendapatkan data terkait titik-titik potensi EBT dan seberapa besar kapasitasnya,"tuturnya.

Doktor Teknik Geologi ini mengatakan, secara sepintas bila diamati, potensi EBT yang paling banyak di Sultra berasal dari arus air laut antara lain berada di selat Wawonii dan Buton.

Menurutnya, untuk mengembangkan potensi EBT tersebut tidak membutuhkan infrastruktur yang besar karena hanya butuh membangun jeti sederhana dan sebuah turbin. Dan untuk memulai itu tentu harus ada perencanaan, studi kelayakan, dan lainnya. 

"Tetapi secara pengamatan sepintas, kita melihat itu(Selat Wawonii dan Buton) punya potensi EBT yang besar sekali. Dan hal seperti ini sudah dilakukan dinegara-negara lain seperti di Korea. Di Korea itu, sejumlah dermaganya dipasangi turbin untuk mengaktifkan energi dari energi laut. Semoga kita juga bisa melakukannya," tutup Musri. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00