World Cleanup Day 19 September 2021 Sultra di Pusatkan di Pesisir Palabusa Baubau

.jpg
Wisata Palabusa Baubau,(Foto:ist).jpg

KBRN, Baubau :  Peringatan World Cleanup Day (WCD)  19 September 2021 di Sulawesi Tenggara (Sultra) akan di pusatkan di pesisir pantai Palabusa Kecamatan Lea-lea Kota Baubau.

Tak hanya bersih pesisir  Pantai, gerakan bersih-bersih serentak di dunia itu akan  berlangsung Minggu 19 September pukul 07.00 Wita dirangkaikan dengan  Launching dua buah tempat sampah model ikan dan Botol  setinggi dua meter yang akan ditempatkan di  wisata Batusori dan kampung nelayan budidaya rumput laut Kelurahan Palabusa. Agenda kedua Kampanye periwisata berkelanjutan berkolaborasi Dinas Pariwisata.

Leader Cleanup Day Sulawesi Tenggara Muhamad Yunan mengungkapkan, tema WCD tahun ini ‘Bersatu Indoensia Bersih’ dengan  konsep  pilah sampah dari rumah bagi masyarakat yang daerahnya berlaku PPKM. Namun Khusus di Sultra yang dipusatkan di Palabusa diizinkan menggelar Clean up on the site dengan memperhatikan protocol Kesehatan.

“Persiapannya sejauh ini kami telah berkoordinasi Dinas Terkait dan rencananya yang akan membuka kegiatan adalah Sekertaris Daerah Kota Baubau Dr. Roni Muchtar sekaligus melaunching tempat sampah,”ungkap Yunan.Sabtu,(18/9/2021).

Sebanyak 30 Komunitas dan Organisasi Kemahasiswaan akan terlibat dalam aksi bersih sedunia tersebut ditambah beberapa Instansi Pemerintah.

Lanjut Ketua Sukarelawan Hijau itu, Palabusa dipilih sebagai lokus bukan tanpa alasan, namun tingkat pemahaman warga akan pengelolaan sampah cukup minim. Diharapkan, adanya edukasi WCD masyarakat tidak lagi membuang sampah ke laut, namun warga setempat dapat memilah dan mengelola sampah dengan baik, utamanya plastic dapat didaur ulang dan bernilai jual.

“Akses persampahan disana sedikit sulit dan memprihatinkan, dengan adanya tempat sampah permanen masyarakat bisa mengelola sampahnya dengan baik dan event WCD ini bukan hanya seremonial belaka namun diharapkan masyarakat bisa paham dan menggaungkan Gerakan pilah sampah dari rumah sehingga teredukasi secara mandiri dan tidak lagi membuang sampah ke laut,”harapnya.

Menurut Yunan, Palabusa  akan menjadi salah satu pionir Pariwisata di Kota Baubau dan akan didorong menjadi desa wisata berbasis ecotourism atau ekowisata.

“Menjaga dan memulihkan  Lingkungan harus dari masyarakat sendiri, Kalau kita mulai dengan edukasi dan gerakakan, maka tidak akan mustahil menciptakan pariwisata berkelanjutan berbasis lingkungan dan alam,”tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00