Hindari Pembegalan, Kapolres Baubau Izinkan Pelaku Perjalanan Beristirahat di Halaman Mapolsek

konferensi pers penangkapan pelaku begal,(Dok.RRI)

KBRN, Baubau : Baru-baru ini jajaran Polres Baubau menangkap pelaku kejahatan pencurian dengan pemberatan dan pencurian dengan kekerasan dengan total tersangka mencapai 5 (Lima) orang.

Kasus pertama Polres Baubau menangkap 3 (tiga) pemuda yang terlibat dalam pencurian Handphone di salah satu toko di Baubau.

Selanjutnya aksi pembegalan oleh 5 (lima) tersangka di pelabuhan Very terhadap pedagang yang hendak kembali ke kota Asalnya Kota Kendari. Dalam kasus ini Polisi mengamankan dua tersangka, sedang tiga lainnya ternyata sudah dirumah tahahan Polres karena merupakan pelaku pencurian HP pada kasus pertama.

Atas Maraknya kasus pencurian tersebut membuat Kapolres Baubau AKBP Erwin Pratomo mengimbau masyarakat agar memperketat sistem keamanan ditempat usaha, rumah tinggal hingga keamanan diri dan kendaraan saat dalam pejalanan.

Menurut Kapolres Baubau khusus toko sebaiknya melengkapi pengamanan rumah dengan kamare pemantau atau CCTV dan jika memiliki budget lebih sebaiknya menggunakan jasa security yang telah teruji dan tersertifikasi.

Penggunaan kamera pengawas akan menjadi bagian dari alat bukti dan  memudahkan mengidentifikasi pelaku kejahatan saat terjadi kriminalitas.

Lanjut Kapolres, bagi pelaku perjalanan yang hendak keluar kota dan melewati jalur darat sebaiknya beristirahat di tempat aman, sedapat mungkin  dekat dengan kantor Polisi atau tempat dengan sistem keamanan tinggi.

“Perketat sistem keamanan pada tempat usaha dengan CCTV kalau tempat usahanya luas gunakan jasa Security,”tuturnya usai konferensi pers awal pekan lalu.

Bahkan AKBP Arwin memberikan ruang dan izin bagi pelaku perjalanan untuk beristirahat di halaman Mapolsek demi keamanan diri dan harta bawaan.

“Apabila melangsungkan istirahat apalagi perjalanan jauh untuk beristirahat ditempat yang aman, saya menyarankan dan mengizinkan beristirahat di halaman Mako polsek,”tambahnya.

Kapolres tidak menyarankan pelaku perjalanan melindungi diri dengan membawa senjata tajam seperti badik ataupun pisau, karena hal itu masuk dalam kategori melanggar hukum undang-undang darurat nomor 12 tahun  tahun 1951 pada Pasal 2 ayat (1) dengan ancaman hukuman setinggi-tingginya 10 tahun.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar