Kemenkumham Sultra Mulai Perbolehkan Keluarga Napi Membesuk

KBRN, Kendari : Kantor wilayah (Kanwil) Kementrian Hukum Dan HAM (Kemenkumham) Sulawesi tenggara (Sultra) akan kembali memberlakukan aturan boleh menjenguk Narapidana secara fisik atau Langsung di Lembaga Pemasyarakatan (LP) dan Rumah Tahanan (Lapas).

Kakanwil Kemenkumham Sultra Silvester Sili Laba mengatakan pihaknya bakal mengizinkan keluarga narapidan melakukan besuk tatap muka namun dengan berbagai ketentuan salah salah satunya penjenguk wajib vaksin dosis penguat.

“jadi rencananya mulai senin ini, namun tidak setiap hari, sebab syaratnya agak ketat harus antara keluarga yang ingin berkunjung sudah vaksin dan juga warga binaan yang mau di kunjungi baik di LP maupun Rutan harus juga sudah lengkap vaksinasi sampai penguat,” tutur Silvester Sili Laba, di Kendari, Senin (4/7/2022).

Menurutnya jika ada keluarga dari binaan warga yang belum di vaksinasi dosis tiga atau dosis penguat dan ingin menjenguk di LP dan Rutan maka di wajibkan melakukan uji usap Antigen dengan hasil negatif, dan menjenguk dapat di lakukan keluarga warga binaan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, dengan memakai masker dan dilakukan seminggu sekali.

"Bagaimana pun kami mengantisipasi supaya jangan sampai wabah korona ini menjangkit di keluarga kita (warga binaan pemasyarakatan) yang ada di LP maupun rumah tahanan," ujarnya. Sementara itu Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Tenggara, Muslim, mengatakan, saat ini ada 2.000 lebih warga binaan di LP/rumah tahanan, yang rata-rata telah divaksinasi Covid-19 hingga dosis ketiga atau dosis penguat.

"Sekarang di rumah tahanan lagi dilaksanakan vaksinasi, karenakan selalu ada warga binaan baru, jadi kami bekerja sama dengan BIN melakukan vaksinasi," tutur Muslim.

Muslim juga menegaskan  pengetatan syarat kunjungan warga binaan oleh keluarga di LP/rumah tahanan, yakni wajib vaksin penguat dan jika belum dosis ketiga diwajibkan uji usap antigen dengan hasil negatif sebagai upaya melindungi satu sama lain karena wabah pandemi Covid-19 belum punah sepenuhnya.

"Suasana begini kan kita juga harus hati-hati jangan sampai melakukan secara terbuka bisa terpapar semua keluarga-keluarga warga binaan kita di sini,"ujarnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar