Kemenag Sultra: Kuota JCH Asal Kota Kendari Terbanyak

KBRN, Kendari: Sebanyak 293 Jemaah Calon Haji (JCH) Indonesia asal Kota Kendari dijadwalkan bertolak dari bumi anoa Sulawesi Tenggara (Sultra) menuju Makkah Arab Saudi pada 21 Juni 2022.

Jemaah asal Kota Kendari ini juga terbanyak dari seluruh Kabupaten/Kota atau sekitar 36 persen dari total 916 orang kuota Sultra yang akan menunaikan ibadah ke baitullah pada musim haji 1443/2022 M.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sultra H Zainal Mustamin saat menyampaikan Materi pada Bimbingan Manasik Haji Tingkat Kota Kendari, kamis, (26/5/2022) menyebut sepertiga jemaah asal Sultra berasal dari Kota Kendari.

"Jemaah haji asal Kota Kendari adalah jemaah haji terbesar, karena sepertiga dari Jemaah haji Sultra adalah jemaah asal Kota Kendari," ungkapnya.

Kakanwil juga mengatakan dalam pemberangkatannya nanti tidak akan dipisah dan tergabung pada kloter 6 atau pada gelombang kedua. 

Hal ini dimaksudkan agar manasik mandiri yang telah berjalan selama ini dan menimbulkan keakraban diantara jemaah tidak terganggu. 

"Persiapan mengenai tata cara berhaji dengan ketentuan - ketentuan syariat, tata cara fikih melalui manasik yang agar diperhatikan dengan baik. Kemudian, haji secara hakekat yaitu menanamkan makna spiritual haji dibalik setiap item dan rangkaian penyelenggaraan haji. Supaya kita menangkap makna terdalam secara spiritual untuk dijadikan sebagai spirit kita dalam berhaji," jelas Kakanwil.

Kakanwil menambahkan, agar semua calon jamaah haji menjadi haji yang mabrur, maka dalam pelaksanaan ibadah haji, harus benar dari segala tata cara dan melaksanakannya secara ikhlas. 

"Niatkan dari sekarang, tidak boleh ada kefasikan dan pertengkaran lagi atau hal-hal negatif lain yang menyertai niat kita ke Baitullah, agar kita suci secara spiritual dan nurani, termasuk tata caranya benar secara syariat," sambungnya.

Kakanwil menjelaskan, jika ibadah haji adalah ibadah yang banyak bertumpu pada gerakan, karenanya dibutuhkan kekuatan fisik, maka seluruh rukun haji harus dilaksanakan. 

"Kita hadir ditanah suci sebagai hamba-hamba Allah SWT. Sejenak lepaskan atribut-atribut keduniaan, untuk totalitas kepasrahan kita, hadir membawa jasmani dan rohani kita untuk mengabdi kepada Allah SWT melalui pelaksanaan ibadah haji," ujar mantan mantan Kepala Kemenag Kota Kendari ini.

Ia juga berharap agar seluruh jemaah haji Sultra membawa tagline Jamaah Haji Sultra Bersahabat, dan senantiasa mewujudkan semangat 3B (Bersama, Bersatu, Bersaudara). 

"Bersama kita bisa, Bersatu kita kuat, Bersaudara kita rukun. Kita bawa ke tanah suci hingga nanti kembali lagi ke tanah air. Ini sebagai bentuk spirit kita dan rasa syukur kita kepada Allah SWT," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar