Dinas Perikanan Baubau Genjot Perikanan Air Tawar

Wakil Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse Menghadiri Panen Perikanan Darat (Ikan Lele Sistem Bioflok) di Ponpes Al Amanah (Foto:RRI)

KBRN, Baubau : Sebagai upaya meningkatkan produksi perikanan, Dinas Perikanan Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) bakal menggenjot perikanan darat, perikanan budidaya air tawar.

Kepala Dinas Perikanan Kota Baubau, Ruslan RZ melalui Kepala Bidang Perikanan Budidaya, Asrin Zalim dalam rapat revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) mengatakan, berdasarkan Rencana Zonasi Wilayah Pesisir Dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) yang telah ditetapkan dalam Perda Propinsi bernomor 9 tahun 2018, Baubau tidak memiliki wilayah untuk perikanan tangkap, namun yang ada hanyalah kawasan Budi Daya dan itu terletak di Dua Kecamatan yakni Lea-lea dan Kokalukuna.

“Sesuai indikator tujuan SKPD yakni untuk meningkatkan produksi perikanan kita tidak bisa lagi berpatok dengan produksi perikanan tangkap tetapi kita harus beralih ke perikanan darat. Sehingga dengan melihat potensi yang ada saya coba ajukan Kecamatan Sorawolio mungkin bisa dialokasikan untuk perikanan darat,” kata Asrin Zalim.

Asrin menyebutkan hasil perikanan Kota Baubau lebih di dominasi hasil perikanan non konsumsi, seperti rumput laut sementara hasil perikanan tangkap hasilnya tidak seberapa. Dampakanya dalam konsisi tertentu saat cuaca tidak mendukung harga ikan laut melangit. Dari kondisi ini Dinas Perikanan ingin mengedukasi masyarakat agar mau mengkonsumsi ikan air tawar.

“Pada musim-musim tertentu saat harga ikan tidak bisa terjangkau karena mahal bisa disubtitusi oleh produksi ikan darat. Tentu kita tidak bisa langsung memasukan ikan produksi perikanan darat namun kami akan gencarkan sosialisasi gemar makan ikan air tawar,” imbuhnya.

Asrin Zalimin juga menyebutkan dari sekira 31 ribu ton hasil perikanan Kota Baubau di tahun 2021, perikanan tangkap hanya menyumbang sekira 1000 tonnya saja

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar