Baubau Perjuangkan Kota Layak Anak 2022 Mendatang

KBRN, Baubau : Kota Baubau Sulawesi Tenggara (Sultra)  kembali perjuangkan program Kota Layak Anak (KLA) di tahun 2022 mendatang.

Untuk mengoptimalkan kesiapannya, pemerintah melalui dinas pemberdayaan perempuan dan anak (DP3A) Baubau menggelar advokasi kebijakan dan pendampingan pemenuhan hak anak diaula Palagimata.Selasa,(23/11/2021).

“Untuk mempercepat terbentuknya kota layak anak ini memang dibutuhan komitmen kepala daerah dukungan kebijakan dari kecamatan dan kelurahan serta koordinasi antara para stakeholder yang dilakukan secara berkesinambungan dan berkelanjutan,” Kepala DP3A Baubau Wa Ode Muhibbah Suryani.

Muhibbah menyebutkan, pemerintah Kota Baubau telah menerbitkan peraturan Wali Kota nomor 2 tahun 2009 tentang kebijakan kota layak anak, dalam aturan itu disebutkan langkah-langka membentuk KLA salah satunya Kecamatan dan Kelurahan layak anak.

“Kita upayakan tahun 2022 Baubau bisa KLA,”tandasnya.

Menurutnya, dengan semangat PO-5 pembangunan Kota layak anak  tahun 2022 akan  terwujud. Mengingat anak-anak merupakan modal pembangunan dan awal kunci kemajuan bangsa di masa mendatang.

Sementara itu salah satu pemateri dari Bappeda Baubau Dahrul Dahlan menyebutkan, beberapa indikator penting yang harus dipenuhi untuk mewujudkan KLA adalah pemenuhan hak sipil anak atas kepemilikan akta kelahiran dan kartu Identitas anak  mencapai 100 persen.

“Jumlah anak di Kota Baubau mencapai 14.237 atu 8,9 persen dari jumlah penduduk kota Baubau,”sebut Dahrul.

Ia menambahkan, setiap masyarakat memastikan anak-anaknya telah memiliki kartu identitas berupa KIA serta memastikan lingkungan selalu bersih untuk dihuni setiap anak.

Sementara itu pemateri lainnya Konselor Keluarga di Puspaga Baubau Bidang Tumbuh Kembang Anak dan Harmonisasi Suami Istri Ainun Zaujah menyebutkan, untuk mecapai ramah anak DP3A harus bermitra dengan intansi lainnya misalnya Dinas Kesehatan untuk menggagas Puskemas Ramah Anak dan  Dinas Pendidikan untuk gagas Sekolah Ramah Anak dan Dinas Pencatatan Sipil agar setiap anak mendapatkan identitas.

“Mari memutus rantai pengasuhan yang tidak baik agar anak cucu kita tumbuh dan berkembang dengan optimal dengan penuh cinta dan kasih sayang,”pesan Ainun.

Tak lupa masyarakat ditingkat RT juga dapat berpartisipasi dalam pemenuhan hak anak dengan membentuk RT Ramah Anak, artinya lingkungan yang menghadirkan suasana yang aman, nyaman, ramah, dan berbudaya bagi anak.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar