Abdul Razak, Mantan Atlet Dayung Nasional Asal Wakatobi

Abdul Razak, Mantan Atlet Dayung Nasional asal Wakatobi, dengan Sejumlah Piagam dan Medali atas prestasi yang pernah diraihnya.

KBRN,Kendari: Abdul Razak, mantan Atlet Dayung Nasional asal kampung Bajo kecamatan Wangi- Wangi, kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), tercatat pernah meraih sejumlah prestasi bagi Indonesia.

Diawal kariernya, Abdul Razak mengikuti kompetisi tahun 1987 silam, diajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) di Kabupaten Kolaka.

"Awal mulanya, saya mewakili Wakatobi pada ajang Porprov di Kabupaten Kolaka," ungkap Razak, Jumat (30/7/2021).

Diperjalanan kariernya, Abdul Razak, telah banyak meraih prestasi dan mengharumkan nama Sultra diberbagai ajang olahraga, baik tingkat nasional maupun Internasional.

Razak berhasil menyumbangkan tiga medali emas untuk Provinsi Sultra,  kemudian kembali menyumbangkan tiga medali emas pada Kejuaraan Nasional Dayung di Semarang tahun 1989 silam.

Tak sampai disitu, perjalanan karir Razak terus meroket usai menjadi delegasi Indonesia pada ajang Sea Games Malaysia tahun 1989.

"Saat itu saya berhasil mendapatkan empat  medali emas pada sayap satu jarak 500 dan sayap dua jarak 500, sayap dua jarak 1.000 dan sayap empat jarak 1.000," tuturnya.

Atas prestasi itu, ia kemudian masuk dalam kontingen Indonesia untuk berlaga di ajang Asian Games di Beijing pada 1990. Setelah itu, ia menerima tawaran dari Pemerintah Jawa Timur untuk menjadi seoarang pelatih atlit dayung.

"Alhamdulillah saya dipercayakan membimbing atlet dayung Jawa Timur, sehingga  saat itu memperoleh medali emas pada kejuaraan nasional kategori sayap empat dan dua tahun 1994 dapat emas di saya empat dan dua," ujar Razak.

Namun tak berselang lama di jawa Timur dan sudah memberikan sejumlah prestasi, karir Razak seolah tak meningkat. Ia kemudian memutuskan untuk kembali ke Wakatobi.

"Saya diberi apresiasi dari Menteri Pemuda dan Olah Raga dan mendapat julukan sebagai 'mesin tempel' dari Gubernur Sultra Laode Kaimoeddin," kata Razak.

Bertepatan pada momentum HUT ke- 76 RI, ia berharap agar jasanya sebagai atlet yang pernah mengharumkan nama bangsa di kancah internasional tak dilupakan oleh negara.

"Apalagi pada pemerintah kabupaten, saya tidak pernah mendapatkan penghargaan apapun," ujarnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar