Vaksinasi Anak Usia 6 Hingga 11 Tahun di Kota Baubau Dimulai Besok

Rapat Percepatan Vaksinasi 6-11 Tahun Tingkat Kota Baubau yang dipimpin Plt. Wali Kota Baubau La Ode Ahmad Monianse (Foto:RRI)

KBRN, Baubau : Pemerintah Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) menjadwalkan pelaksanaan vaksinasi anak 6-11 tahun dimulai Sabtu, 22 Januari 2022. Tempatnya akan dipusatkan di tiap Sekolah Dasar (SD).

Jika pada program vaksinasi usia 12 tahun ke atas yang lalu para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tidak begitu dilibatkan, maka pada program vaksinasi anak ini seluruh aparat pemerintah, para Kabag, Kepala OPD hingga Lurah diwajibkan berperan aktif.

Plt. Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse dalam rapat percepatan vaksinasi anak di Palagimata, Jumat (21/1/2022) mengatakan, para Kabag dan OPD disebar di tiap Kecamatan untuk melakukan pendampingan bagi tim vaksinator yang melaksanakan vaksinasi pada sekolah-sekolah yang telah terjadwal.

“OPD akan membagi tugas, ada yang membatu di wilayah tertentu dengan pertimbangan-pertimbangan tertentu. Ada yang menggunakan pendekatan program ada yang menggunakan hubungan sosial. Pendekatan ini diharapkan jika ada gejolak yang muncul dari tokoh-tokoh setempat maka dilakukanlah pendekatan emosional. Apabila membutuhkan penjelasan teknis maka kita hadirkan dokter ahli,” jelasnya.

Ditempat yang sama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Baubau, La Ode Aswad mengatakan berdasarkan hasil rapat bersama satuan pendidikan dan komite, seluruh Sekolah Dasar sudah siap melaksanakan vaksinasi.

Dari rapat itupun disepakati bahwa pemerintah tidak mengalokasikan waktu khsusus untuk melakukan sosialisasi kepada para orangtua, sosialisasi akan dilakukan bersamaan dengan kegiatan vaksinasi.

Olehnya itu jika ada orangtua yang masih ragu dan mempertanyakan vaksinasi anak ini dapat langsung ke sekolah sehingga mendapat pencerahan dari tim medis dan para kepala OPD pendamping.

“Sosialiasasi akan berjalan saat pemberian vaksin sebab kita dikejar waktu. Jadwal sudah ditentukan oleh tiap satuan kerja sehingga diharapkan para kepala OPD tinggal masuk dan bertemu dengan para kepala Sekolah sesuai penempatannya masing-masing,” terang La Ode Aswad.

Pada pelaksanaan vaksinasi anak ini tidak perlukan lagi surat persetujuan orang tua. Tiap orang tua siswa diminta ikut mendampingi anaknya ke Sekolah sebagai bentuk persetujuan langsung. Namun bagi yang masih ragu diminta tetap datang dan meminta penjelaskan kepada tim pemerintah daerah.

“Tugas OPD membantu meyakinkan orang tua murid supaya anaknya mau divaksin,” pungkasnya.

Bagi anak yang sudah siap mengikuti vaksinasi diharapkan sarapan labih dulu sebelum ke sekolah.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar