Vaksinasi Usia 6 Sampai 11 Tahun di Baubau Ditarget Tuntas Januari 2022

Rapat Percepatan Vaksinasi 6-11 Tahun Tingkat Kota Baubau yang dipimpin Plt. Wali Kota Baubau La Ode Ahmad Monianse (Foto:RRI)

KBRN, Baubau : Pemerintah Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) menargetkan pemberian vaksinasi anak usia 6-11 tahun dapat tuntas di akhir Januari ini sesuai batas waktu yang ditetapkan pemerintah pusat.

Plt. Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse mengatakan yang akan menjadi target sasaran penerima vaksin 6-11 tahun adalah sekira 17.000 anak. Yang mengenyam pendidikan di Sekolah Dasar (SD) binaan pemerintah daerah jumlahnya sekira 16.000 anak lebih, sisanya masuk dalam kewenangan Kementerian Agama, dan sebagiannya lagi adalah anak-anak yang telah putus sekolah dan tidak sekolah.

Ahmad Monianse mengakui gerakan vaksinasi anak ini diperhadapkan dengan Dua persoalan, yang pertama anak yang antusias sementara orangtua masih ragu, dan yang kedua adalah orang tua yang sudah mengizinkan namun anaknya yang memiliki trauma atau rasa takut dengan jarum suntik. Sehingga diperlukan pendekatan khusus dari tim vaksinasi Kota Baubau.

“Bapak Presiden telah menargetkan vaksinasi 6-11 tahun berakhir di 31 Januari 2022 dan ini menjadi acuan kinerja kita. Perkembangan capaian vaksinasi akan terus terpantau karena ada tim dari TNI/Polri yang juga terus melaporkan capaian secara berjenjang kepada pimpinannya masing-masing,” jelasnya dalam rapat percepatan vaksinasi di Palagimata, Jumat (21/1/2022).

Olehnya itu diharapkan kerja sama dari seluruh unsur pemerintah saling membantu memberikan capaian yang memuaskan di akhir bulan nanti.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Baubau, dr Lukman mengakui tidak sedikit orang tua yang mempertanyakan urgensi vaksinasi anak, sementara disisi lain capaian vaksinasi usia 12 tahun ke atas telah mencapai herd immunity.

Lukman mengatakan jenis vaksin yang akan diberikan kepada anak adalah Sinovac karena gejala yang ditimbulkan pasca vaksin hanyalah gejala ringan seperti demam.

“Saya berkeyakinan bahwa kita tidak akan berhadapan dengan kasus-kasus ikutan yang berat karena kebanyakan anak-anak yang sudah di vaksin itu tanpa gejala justru akan terlindungi dengan pemberian vaksin,” imbuhnya.

Dokter Lukman juga menambahkan sejauh ini vaksinasi anak dengan sinovac berjalan lancar disejumlah daerah di Indonesia, dan sampai saat ini belum ada laporan yang menyebutkan vaksin ini menyebabkan anak meninggal dunia.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar