Wakil Satgas Covid-19 Kesal Kota Baubau Menetap di Level Tiga

KBRN, Baubau: Wakil Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Kota Baubau, Roni Muhtar kesal lantaran Kota Baubau masih menetap pada status level tiga pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat(PPKM). Penetapan level PPKM sendiri ditentukan pemerintah pusat. 

Kekesalan itu disampaikan Roni Muhtar di hadapan peserta Forum Grup Discussion (FGD) Alur Pelaporan Data COVID-19 yang diselenggarakan disalah satu hotel di Kota Baubau, Kamis 14 Oktober 2021.

Padahal menurut Roni Muhtar, selama ini semua pihak yang tergabung dalam tim Satgas Covid-19 Baubau sudah bekerja maksimal untuk menurukan level PPKM di Kota Pemilik Benteng Terluas di Dunia ini. 

"Bahwa status Kota Baubau tiga bulan lalu level tiga, sampai sekarang masih level tiga, pertanyaannya, Ada Apa di Baubau? Kalau ada yang jawab, Tim Satgas Kota Baubau tidak bekerja, tentunya kita marah,"tegas Roni Muhtar. 

"Karena kita semua berperan (menekan dan memutus sebaran virus corona) baik melakukan sosialisasi 5 M ataupun 3M, hingga melaksanakan 3T yakni Testing, Tracing, Treatment,"ujar Sekda Kota Baubau ini. 

Roni Muhtar mengatakan, Satgas COVID-19 Baubau punya tim yang selalu aktif menelusuri orang yang terindikasi kontak erat dengan pasien Covid-19. 

Bahkan, Kota Baubau memiliki tenaga dokter dan perawat yang handal dalam menunjang pelaksanaan Treatment. 

"Jadi kita semua ini lengkap. Lalu masalahnya apa, sampai kemudian kita masih level tiga? Memalukan !. Saya sempat telepon dr. Lukman(Direktur BLUD RSUD Baubau) supaya carikan jalan keluarnya.  Kenapa kita sampai level tiga terus?,"kesalnya.

Menurut Roni Muhtar, jika Kota Baubau terus berada pada status level tiga, akan berdampak pada citra daerah. Bahkan kerja keras Satgas COVID-19 Baubau selama ini dianggapnya sama saja tak ada hasilnya. 

Padahal saat ini peta sebaran Covid-19 di delapan kecamatan se-Kota Baubau sudah nihil zona merah dan orange. Bahkan beberapa kecamatan sudah masuk dalam zona hijau atau nihil dari kasus Covid-19. 

"Karena itu melalui forum ini, mari kita pikirkan bersama, karena ini menyangkut citra daerah kita. Artinya, harus ada solusi dan jalan keluar agar jerih payah yang sudah kita lakukan dapat berefek pada hasil pelaporan formal yang menyejukkan kita,"pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00