Ketua Satgas Covid-19 Baubau Ingatkan Pentingnya Disiplin Prokes

Ketua Satgas Covid-19 Kota Baubau, AS Tamrin (Foto:Kominfo BB)

KBRN, Baubau : Ketua Satgas Covid-19 Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), AS Tamrin terus mengingatkan pentingnya disiplin protokol kesehatan (prokes) dalam upaya meredam dan menekan penyebaran pandemi Covid-19.

AS Tamrin menyebutkan meski data terakhir menunjukan di Kota Baubau tidak ada lagi zona merah, namun masyarakat tidak boleh lengah, kedisiplinan menerapkan 5 M kata AS Tamrin harus dimulai dari diri pribadi, disiplin di lingkungan keluarga, di lingkungan tempat tinggal hingga lingkungan kantor.

“Ini menjadi kinerja kita semua. Sebab jika diantara 100 orang yang disiplin ada 10 orang yang tidak disiplin maka sama saja bohong karena rantai penularan masih tetap ada,” kata AS Tamrin, Rabu malam (22/9/2021).

AS Tamrin juga menekankan agar satgas lebih selektif ketika mengeluarkan izin keramaian sebab akan yang berujung pada pelanggaran protokol kesehatan. Kepada para nakes, AS Tamrin juga meminta untuk lebih meningkatkan upaya 3 T.

“Para Nakes melakukan pemantauan dan sosialisasi. Bagi warga yang baru datang dilakukan testing, jika ada indikasi positif Covid-19 maka langsung dilakukan tindakan medis, apakah itu isoman di rumah sehat atau perawatan di RS bagi yang bergejala,” tambahnya.

Kepala Badan Intelijen Daerah Sultra, Brigjen TNI Raden Toto Oktaviana menyebutkan Sulawesi Tenggara bukanlan daerah yang menjadi episentrum penyebaran Covid-19 sehingga trend kasusnya tidak begitu tinggi. Meski demikian program pemerintah untuk membentuk kekebalan kelompok melalui gerakan vaksinasi massal harus terus digenjot.

“Sultra bukan episentrum Covid-19, kita masih cukup aman,” terangnya.

Raden Toto menambahkan dalam waktu dekat BIN Sultra juga akan melakukan vaksinasi massal diseluruh Sultra dengan sasaran pelajar usia 12 tahun ke atas, masyarakat umum dan lansia yang dilakukan dari rumah ke rumah sasaran.

“Mungkin bulan depan kami akan melakukan vaksinasi Covid-19 sesuai yang ditargetkan pemerintah pusat. Untuk itu kami memohon bantuan dan support dari seluruh stakeholder di Baubau mengingat tenaga kesehatan kami sangat terbatas,” harapnya.

Seperti diketahui, selain upaya 5 M dan 3 T, Pemkot Baubau bersama stake holder terus intens menggenjot capaian herd immunity melalui gerakan vaksinasi massal dengan sasaran pelajar usia 12 tahun ke atas, masyarakat umum dan lansia.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00