Vaksin Covid-19 Baru Menyentuh 50 Persen Guru di Baubau

Sekdin Dikbud Kota Baubau, La Ode Muhammad Arsal (Foto:RRI)

KBRN, Baubau : Vaksinasi Covid-19 yang terus digencarkan pemerintah pusat melalui Dinas Kesehatan ternyata baru menyentuh sekira 50 persen dari total guru dan tenaga pendidik di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Padahal vaksinasi terhadap seluruh guru dan tenaga pendidikan itu ditargetkan tuntas sebelum dibukanya tahun ajaran baru di awal Juli mendatang.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Baubau, La Ode Muhammad Arsal mengakui rendahnya capaian vaksin itu. Ia menyebutkan hal itu disebabkan masih banyak guru dan tenaga pendidik merasa takut dengan efek vaksin. Arsal menambahkan, memuncaknya ketakutan para guru TK, SD, dan SMP itu setelah adanya kasus guru yang meninggal dunia setelah beberap jam disuntuk vaksin sinovac.

Meskipun belakangan diketahui hasil investigasi dari Komda KIPI Sultra bahwa penyebab meninggalnya Guru SMP di Kota Baubau itu bukan karena efek vaksin, namun saja hal itu telah digeneralisir oleh sebagian besar guru di Kota pemilik benteng terluas di dunia itu.

“Kanapa belum capai 100 persen, karena kemarin itu ada satu kasus, tapi sesungguhnya bukan dari vaksin, tapi digeneralisir efek dari vaksin sehingga ada yang pobia, trauma, ada yang merasa riskan untuk di vaksin,” jelasnya, Jumat (11/6/2021).

Lanjut Arsal, karena vaksin ini menjadi syarat wajib digelanya pemberlajaran tatap muka, maka Dikbud Baubau bakal melakukan upaya mengembalikan kepercayaan guru terhadap keamanan dan kehalalan vaksin. Pihaknyapun mengagendakan akan mengajak Jubir Satgas Covid-19 dr Lukman untuk memberikan penguatan kembali kepada para guru dan tenaga pendidik.

“Tindakan selanjutnya kami kumpulkan lagi para guru untuk di berikan penguatan, diberikan penjelasan yang secara detail mengenai vaksin agar target capaian dan pemberlajaran tahun ajaran 2021/2022 lancar kita laksanakan,” tambahnya.

Dalam waktu dekat ini tambah Arsal Dikbud bersama Dinas Kesehatan agendakan vaksinasi dosis dua kepada para kepala sekolah, guru dan tenaga pendidik.

Sebelumnya Kepala Bidang P2 Dinkes Baubau, Marfiah Tahara juga mengakui rendahnya capaian vaksin terhadap guru dan tenaga pendidik. Dari ratusan dosis vaksin yang disediakan saat sesi vaksinasi, hanya puluhan orang yang hadir dan bersedia divaksin.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00