DKP Ingatkan Nelayan Tidak Melaut Saat Cuaca Buruk

Kadis Kelautan dan Perikanan Kota Baubau, Ruslan RZ (Foto:RRI)

KBRN, Baubau : Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), Ruslam RZ mengimbau nelayan tangkap di daerah itu untuk tidak melaut selama kondisi cuaca buruk.

Hal itu dikatakan Ruslan sebagai tindak lanjut dari edaran peringatan BMKG terkait perkiraan adanya cuaca buruk pada sejumlah perairan di wilayah kepulauan Buton hingga akhir Januari.

“Jangan dulu melaut, karena sebelumnya BMKG telah mengeluarkan peringatan bawa puncak hujan itu terjadi pada Desember dan Januari. Biasanya bersamaa dengan ombak tinggi dan angin kencangnya,” jelas Ruslan saat ditemui RRI, Kamis (21/1/2021).

Ruslan tidak menapik saat musim barat yang ditandai dengan cuaca buruk jumlah ikan dipasaran berkurang sehingga harganya melambung tinggi. Kondisi ini dipastikan berdampak pada tingkat inflasi Bulanan Kota Buabau.

Mengatasi kekurangan ikan ini untungnya sedikit ditutupi dengan ikan yang masuk dari Kabupaten Buton (Pasarwajo) dan Kabupaten Buton Selatan (Lande dan Sampolawa). Ikan inilah yang memenuhi permintaan masyarakat di Baubau meskipun harga jualnya tidak sama dengan kondisi cuaca lautan saat teduh.

“Memang sektor perikanan merupakan salah satu yang berkontribusi besar terhadap tingkat inflasi di Kota Baubau. Sehingga disamping kita mendapat pasokan ikan dari Busel dan Buton kita ada upaya lain. Ombak besar yang terjadi karena berada di lautan lepas harus memang ada alternatif, antara lain mengembangkan budidaya baik ikan air tawar, perikanan darat maupun payau,” tambahnya.

Ruslan menambahkan untuk mengisi kekosongan aktifitas nelayan saat cuaca buruk diharapkan melakukan berbagai kegiatan produktif lainnya sehingga perekonomian keluarga terus berlanjut, baik itu budidaya keramba maupun rumput laut.

“Kami bersama-sama nelayan berpikiran khusus bagi yang menangkap ikan di laut lepas, mereka ada kegiatan lain. Mungkin nanti bisa bikin karamba yang nanti setelah kencang ombak bisa digeser ke wilayah teduh supaya tidak berhenti mata pencahariannya. Disamping itu juga ada agar-agar,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00