PPNI Jember Santuni Difabel, Duafa dan Yatim Piatu

KBRN, Jember : Tema besar HUT Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) ke 46 tahun 2020 "Perawat Hebat Masyarakat Sehat" memiliki makna dan hakikat untuk selalu menjaga kesehatan secara benar. Untuk itu insan kesehatan yang berada di ujung terdepan ini tiada hentinya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk selalu menjaga kesehatan dengan kondisi tangan selalu bersih. Selain  itu PPNI Jatim termasuk PPNI Jember telah berhasil cetak rekor Muri dalam bentuk gerakan senam cuci tangan serentak dan terbesar di tahun 2020 ini.

Ketua PPNI Jember Asrah Joyo Widono mengatakan program Bantuan Hidup Dasar BHD ber tujuan agar insan kesehatan ini  bisa menolong sedini mungkin ketika terjadi kecelakaan ataupun henti jantung. Dengan begitu ketika terjadi insiden tersebut di masyarakat seketika itu perawat mampu melakukan langkah cepat guna memberikan tindakan berupa pertolongan. Mengingat kasus kematian yang di sebabkan oleh jantung cukup besar bahkan terbesar nomor tiga di dunia, terangnya (minggu 14/3).

"Kita tahu bahwa saat ini di Indonesia maupun di dunia ini sedang dilanda penyebaran virus corona. Dengan serangkaian kegiatan senam bersama gerakan cuci tangan ini sebagai upaya untuk mengedukasi masyarakat agar memiliki pengetahuan dan kiranya tidak terpapar oleh virus tersebut. Saya berharap kepada masyarakat tidak perlu takut tapi tetap Waspada cara kita membiasakan diri untuk senam atau kita melakukan kegiatan cuci tangan", jelas Asrah. 

Pentingnya makna rangkaian kegiatan HUT PPNI ke 46 ini adalah bagaimana membangun empati dan solidaritas yang tinggi kepada warga yang kurang beruntung. Langkah yang dilakukan PPNI Jember yakni memberikan santunan berupa sembako kepada kaum duafa, yatim piatu dan warga miskin. Semua kegiatan bersumberkan dari dana sumbangan sukarela para perawat yang turut merasakan kesedihan mereka. 

Lebih jauh selaku ketua PPNI mengingatkan bahwa menghadapi virus corona kita tidak perlu takut yang berlebihan karena bagaimanapun juga itu dapat diantisipasi dengan cara kita berperilaku hidup sehat kemudian kita membiasakan diri untuk melakukan cuci tangan dan kalau berjalan di luar atau kegiatan di luar sebisa mungkin menggunakan masker. Sudah di perintahkan sesuai dengan instruksi Bupati jember untuk meneruskan kegiatan ini di masing-masing DPK di 31 kecamatan di Kabupaten Jember. Dan tak kalah pentingnya diharapkan para perawat yang bertugas sebagai tenaga kesehatan yang selalu kontak dengan pasien haruslah menggunakan alat pelindung diri yaitu memakai sarung tangan kemudian membiasakan cuci tangan setelah atau sebelum melakukan tindakan", pungkasnya. 

Hal yang sama juga disampaikan Lurah Mangli  Khoirul Anam bahwa dengan bantuan sembako dan susu yang di berikan oleh pengurus PPNI kepada warga Difabel, duafa dan yatim piatu di wilayah Mangli sangatlah dirasakan manfaatnya. Bahkan dirinya menilai bahwa kerja keras perawat tidak hanya dibidang layanan kesehatan saja. Namun kepekaan sosial inilah yang patut mendapatkan apresiasi positif, sambunya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00