Di Bondowoso, Pelaku Usaha Wisata Wajib Memiliki TDUP

KBRN, Bondowoso: Sesuai regulasi yang diterbitkan oleh Kementerian Pariwisata, semua pelaku usaha yang bergerak di bidang kepariwisataan harus memiliki ijin Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP). 

TDUP merupakan bukti tanda daftar yang wajib dimiliki oleh berbagai jenis usaha yang berkaitan dengan sektor pariwisata, seperti usaha Jasa Perjalanan Wisata, Penyediaan Akomodasi, Jasa Penyediaan Makanan dan Minuman, Jasa Pramuwisata, Penyelenggaraan Pertemuan, dan beberapa usaha lainnya.

Harry Patriantono, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda Dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Bondowoso mengatakan, jenis usaha pariwisata seperti perhotelan, cafe, rumah makan, home stay, penginapan dan sejenisnya, wajib memiliki TDUP untuk penertiban dan pembinaan. Dengan begitu akan diketahui  berapa jumlah dan kondisi SDM, sehingga bisa dijadikan dasar untuk pengambilan kebijakan. 

" Misalnya ada peningkatan SDM kepada pelaku usaha kuliner, itu berdasarkan data yang sudah mempunyai TDUP ," jelasnya usai memberikan Sosialisasi Tanda Daftar Usaha Pariwisata di aula Disparpora kepada 40 pelaku usaha wisata termasuk pengelola obyek wisata, Rabu (4/3/2020).

Selain itu, TDUP juga bisa menjadi dasar peningkatan SDM di bidang perhotelan. Karena, lanjut Harry, di Bondowoso banyak  yang komplain pelayanan hotel kurang bagus. 

" Dalam proses perijinan, penetapan standar usaha itu dari Dinas Perijinan. Ada standar yang bersifat teknis," lanjutnya. 

Di Kabupaten Bondowoso, ada 19 pelaku usaha wisata yang wajib memiliki TDUP, namun hanya 7 pelaku usaha yang menyelesaikannya. Padahal sebelumnya, Disparpora sudah memberikan imbauan dari Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu untuk disampaikan kepada pengelola hotel dan pengelola wisata.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00