Warga Situbondo Kecewa, Jatim Specta Night Carnival Molor

KBRN, Situbondo: Pagelaran seni budaya se-Jawa Timur, yang dipusatkan di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, pada Sabtu (19/10/2019) malam, menyisakan kekecewaan bagi peserta maupun penonton.  Pameran Budaya yang dikemas dalam acara Jatim Specta Night Carnival ini, dinanti-nanti kehadirannya oleh masyarakat Situbondo, ternyata tidak bisa ditonton oleh sebagian besar masyarakat lantaran waktu molor. "Informasinya pukul 19.00 WIB acaranya sudah dimulai. Setelah shalat magrib saya bersama anak-anak sudah berangkat ke Alun-Alun, ternyata sampai pukul 21.00 WIB belum dimulai, " ujar Warni, salah seorang warga Situbondo, Minggu (20/10/2019) Warni bersama kedua anaknya terpaksa pulang, karena sudah lama menunggu dan menahan kantuk. Warni berharap, pemerintah daerah tidak lagi mengulur waktu jika ada event yang sama di waktu yang akan datang. "Kalau tamu undangan enak duduk di kursi, dapat makanan dan minuman, menunggu tak masalah. Kalau kami warga biasa, menunggu sambil berdiri, berdesakan," ujar Warni dengan nada kesal. Tak hanya Warni yang kecewa, Puji Astutik, warga Jalan Anggrek Kelurahan Patokan Kecamatan Situbondo, juga mengaku kecewa karena peserta Jatim Specta Night Carnival dilepas sekitar pukul 21.30 WIB. "Mulai jam 18.30 WIB saya sama suami dan anak-anak berdiri menunggu. Jam 21.00 Gak juga dilepas, akhirnya pulang karena anak-anak ngantuk," akunya. Padahal, jauh hari sebelumnya keinginan menonton pagelaran seni budaya se Jawa Timur itu sudah ada. Namun karena pembukaannya molor sekitar lebih dari dua jam dari waktu yang direncanakan, akhirnya Puji bersama suami dan kedua anaknya memilih pulang. Selain itu, peserta night carnival juga banyak mengeluh karena terlalu lama berdiri dengan kostum yang cukup mengganggu. Apalagi, panitia tidak menyediakan air minum dan makanan, sehingga banyak peserta yang kehausan dan kelaparan. "Kami sulit mendapatkan air minum, terpaksa beli sendiri meskipun harus menerobos ribuan penonton," kata salah satu peserta dari luar daerah yang enggan disebutkan namanya.  Ia menilai, ketidaksiapan panitia Jatim Specta Night Carnival yang mengakibatkan peserta terlantar, hingga kehausan dan kelaparan. Seharusnya, panitia lebih siap melakukan berbagai antisipasi salah satunya mengantisipasi molornya waktu yang tidak sesuai dengan rencana. Diinformasikan RRI sebelumnya, Jatim Specta Night Carnival 2019 diikuti oleh 38 kabupaten/kota di Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Jogjakarta. Kegiatan yang diikuti oleh 1500 peserta ini, memiliki tema menumbuhkan kepariwisataan dengan pemikiran bagaimana cara meningkatkan kunjungan wisatawan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00