Selain Punya Orang Tua Asuh, Anak Yatim/Piatu di Bondowoso Dapat Sekolah Gratis

Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin Memberikan Bantuan Sosial Kepada Seorang Anak Sebagai Komitmen Pemerintah Kabupaten

KBRN, Bondowoso : Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Keluarga Berencana (DPPKB) Bondowoso mencatat, (data terakhir 10 Agustus 2021), dari 187 anak yatim/piatu, 50 anak diantaranya teridentifikasi telah memiliki orang tua asuh.

Hal tersebut dijelaskan oleh Kepala DPPKB Bondowoso, dr. Agus Suwardjito, saat dikonfirmasi mengenai angka anak yatim/piatu yang orang tuanya meninggal karena terpapar Covid-19. 

Ia menjelaskan, komitmen pemerintah daerah melalui Bupati dan Wakil Bupati yakni menjamin pemenuhan pendidikan mereka hingga perguruan tinggi. Termasuk kepengurusan administrasi kependudukan, hingga pendampingan psikologisnya.

" Itu merupakan komitmen kuat dari pemerintah daerah. Siapapun nanti misalkan ada pergantian politis, siapa Bupati dan Wakil Bupati itu kuat," jelas Agus melalui sambungan telepon selulernya, Selasa (28/09/2021).

Ditambahkannya, bahwa pendataan anak yatim/piatu karena Covid sementara belum dilanjutkan. Namun, pihaknya sudah mengedarkan format laporan bulanan di masing-masing kecamatan untuk memantaunya.

" Ini kan menjadi arahan provinsi dan pusat. Beliau-beliau masih merencanakan anggaran perubahan. Tapi bentuk dari bantuan yang sudah masuk 187 belum ada action dari pemerintah pusat," lanjut mantan Asisten 1 Pemkab Bondowoso tersebut.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bondowoso, Sugiono Eksantoso mengatakan bahwa Pemkab Bondowoso berkomitmen untuk menjamin penuh pendidikan gratis bagi anak-anak yang kehilangan orang tua karena Covid-19. Mulai dari tingkat paling bawah yakni TK hingga ke perguruan tinggi. 

" Ya, kami memang khusus akan memberikan jaminan itu. Karena siapa lagi yang akan mengurus mereka. Agar pendidikan anak-anak ini bisa tuntas menjadi seorang sarjana di masa yang akan datang," katanya.

Ia mengklaim baru tiga anak yang dipastikan mendapat jaminan pendidikan gratis hingga ke perguruan tinggi. Ketiganya tersebar di Kecamatan Wringin dan Tenggarang.

Dari data dihimpun RRI, dari ketiga anak itu, dua diantaranya kakak beradik asal Kecamatan Wringin, yakni Alfin dan Veronika.

Adapun seorang anak lainnya yakni Qurrotu Aini berusia 5 tahun, warga Dusun Selat RT 14/RW 6 Desa Kajar, Kecamatan Tenggarang. (san)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00