Mentri Sosial Himbau Warga Lereng Semeru

KBRN Lumajang : Menteri Sosial melakukan kunjungan ke Lumajang dan memberikan bantuan kepada Masyarakat terdampak erupsi Gunung Semeru serta menghimbau Masyarakat agar mematuhi intruksi petugas Gunung Semeru 

Mensos Tri Rismaharini, menjelaskan, banyak daerah di Indonesia, saat ini dilanda bencana alam, untuk itu pihaknya meminta kepada seluruh Kepala daerah di Indonesia, untuk siap menghadapi berbagai kemungkinan yang bisa saja terjadi

Mentri Sosial Risma memberikan bantuan berupa Obat-obatan, Selimut dan Sembako, seperti beras Mie instan, Biskuit dan Telur serta popok bayi.

“Makanan yang siap konsumsi oleh masyarakat, minimal, setiap daerah harus memiliki cadangan makanan, dan cadangan makanan itu sifatnya wajib,” Katanya Selasa (19/01/2021)

Untuk mengantisipasi ketika daerah atau kabupaten atau kota, itu terisolasi, sementara, Toko atau tempat cadangan makanan, tidak buka.

“Seperti pengalaman saya saat ke Sulawesi, beruntung ada pesawat Hercules yang membawa persediaan makanan dan di sekitar lokasi sangat sulit,”Imbuhnya.

Pasca terjadinya Erupsi Gunung Semeru Lumajang saat ini Petugas di Pos Pantau Semeru di Gunung Sawur Lumajng Mukdas Sofyan menghimbau agar pengunjung atau wisatawan maupun warga tidak beraktivitas dalam radius 1 Km dari kawah atau puncak Gunung Semeru dan jarak 4 Km arah bukaan kawah di sektor selatan-tenggara, serta mewaspadai awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru. 

Radius dan jarak rekomendasi ini akan dievaluasi terus untuk antisipasi jika terjadi gejala perubahan ancaman bahaya.

Selain itu agar Masyarakat menjauhi atau tidak beraktivitas di area terdampak material awan panas karena saat ini suhunya masih tinggi.

Mengingat Perlu diwaspadai potensi luncuran di sepanjang lembah  jalur awan panas Besuk Kobokan.

Selain itu untuk mewaspadai ancaman lahar di alur sungai atau lembah yang berhulu di Gunung Semeru mengingat banyaknya material vulkanik yang sudah terbentuk. KA

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00