Penarikan Uang Tanpa Disertai Tanda Tiket Masuk di Buper Lumajang

KBRN Lumajang : Para Pengunjung di Bumi Perkemahan (Buper) Glagah Arum Senduro Lumajang Jawa Timur merasa puas dengan pemandangan alam dan berbagai fasilitas perkemahan karena suasananya yang asri berbeda dengan tempat wisata yang lain. 

Menurut salah satu pengunjung Warga Desa Boreng Lumajang April dan Roisa ketika dikonfirmasi mengaku senang bisa berkunjung ke Bumi Perkemahan dan sangat tertarik untuk menikmati wisata alam Bumi Perkemahan Glagah Arum.

"Senang sekali bisa berkunjung kesini, ini suasana alam yang berbeda dari yang lainya, namun sayangnya tempat parkirnya tidak ada atap pelindung,"Katanya Sabtu (21/05/2022)

Salah satu Tokoh Masyarakat Lumajang Arsat Subekti juga mengatakan tempat wisata alam yang sangat indah dengan pemandangan alam natural menambah eksotika Bumi Perkemahan yang menjadi destinasi wisata andalan Lumajang dan layak untuk terus dikembangkan akan tetapi sayangnya ditemukan adanya penarikan uang di Bumi Perkemahan (Buper) Glagah Arum Lumajang yang tidak disertai dengan adanya Carik Kertas Khusus (Karcis) atau bukti masuk sehingga terkesan adanya dugaan ketidak beresan dan asal asalan dalam pengelolaan.

"Pada dasarnya kami suport agenda besar yang telah dilakukan oleh pengelola, akan tetapi harus diiringi oleh aturan yang benar jika ada penarikan harus ada bukti tiket dan adanya dasar hukum sehingga terkesan tidak seperti dugaan pungli,"Katanya

Sementara itu Petugas penarik uang masuk ke Jembatan Gantung Galang, ketika dikonfirmasi mengenai tidak ada Carik Kertas khusus (Karcis) atau Tiket bagi pengunjung yang menuju Jembatan  untuk menikmati pemandangan akan tetapi pengunjung dimintai uang, menjelaskan jika pihaknya ditugaskan untuk menarik uang di Jembatan dan memang tidak ada tiketnya sebagai bukti pengunjung telah membayar ongkos uang masuk. 

"Memang tidak ada tiket, sehari semalam jika weekend ya bisa sampai 5 juta," jelasnya

Pada kesempatan yang sama salah satu koordinator Bumi Perkemahan Kapabi menjelaskan, untuk tiket masuk masih dicetak dan sampai saat ini belum selesai, untuk Tiket masuk Jembatan siang tiga ribu dan jika malam hari lima ribu karena ada lampu yang menyala sehingga membutuhkan biaya operasional.

"Masih dicetak dan belum jadi sejak pertama, mulai bulan januari telah dimintai uang bagi pengunjung Jembatan dan tidak ada kertas tiket masuk,"Jelasnya.

Ketika dikonfirmasi mengenai bagaimana pelaporan estimasi adminsitrasi pertanggung jawaban uang yang masuk dari pengunjung ke pengelola Buper ketika tidak ada bukti tiket, pihaknya mengaku kurang tahu dan sudah dilakukan pencatatan setiap pengunjung yang masuk akan tetapi ketika awak media mengunjungi tempat Bumper tersebut ternyata petugas tidak membawa buku.

"Semua tercatat dan tertulis, dan untuk tiket masih dicetak belum selesai, jumlah pengunjung jika pada weekend sangat ramai pengunjung,"Pungkasnya.

Bagi pengunjung yang akan menginap di Bumi Perkemahan diwajibkan untuk membawa surat nikah dan Kartu Tanda Pengenal Penduduk (KTP) jika mereka berbeda jenis kelamin. 

Sejauh ini para pengunjung yang masuk ke wisata Bumi Perkemahan tidak dilakukan penarikan uang akan tetapi bagi mereka yang memparkirkan kendaraan bermotor telah dikenakan uang parkir demikian juga ketika pengunjung yang akan menikmati pemandangan alam melalui Jembatan gantung maka akan dikenakan uang masuk demikian juga ketika mereka akan menginap di Bumi Perkemahan sebagai tempat wisata andalan akan dikenakan biaya 75 Ribu dalam setiap orang. 

Pada kesempatan terpisah Wakil Bupati  sekaligus Kwarcab Pramuka Lumajang Ir. Indah Amperawati menegaskan jika Tiket masuk tidak ada penarikan uang tempat wisata Buper, dan bentuk fisik tiket masuk Jembatan belum ada dan masih akan dilakukan komunikasi dengan pihak Perhutani sedangkan penarikan uang juga tidak banyak hanya 3 ribu rupiah dan itu untuk biaya operasional petugas kebersihan sehingga perlu dilakukan penarikan, untuk biaya semua operasional itu sangat mahal. KA

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar