Perilaku Bakar Sembarangan Ancam Kelestraian Pohon Ayoman di Bondowoso

KBRN, Bondowoso : Berdasarkan data dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), jumlah pohon Ayoman di Bondowoso mencapai ribuan pohon. Dengan jumlah tersebut, sangat disayangkan masih ada perilaku masyarakat yang kurang baik, yakni melakukan pembakaran sampah pada batang pohon tersebut.

Kabid Perlindungan Lingkungan Hidup dan Keanekaragaman Hayati (DLH), Syahrial Fary mengatakan, Bondowoso kurang lebih memiliki 4500 pohon ayoman yang tersebar di wilayah kota. 

" Mulai dari Jalan A Yani, Jalan Mangunsarkoro dan lain sebagainya, " katanya, Kamis (19/5/2022).

Berdasarkan peraturan bupati (Perbup) nomor 21 tahun 2019 pasal 4, pohon ayoman tersebut menjadi kewenangan dan tanggung jawab dari DLH. 

"Kalau di luar zona kota, itu kewenangan dari opd (organisasi perangkat daerah, red) yang lain," jelasnya.

Ternyata dengan banyaknya pohon ayoman tersebut, masih disayangkan perilaku masyarakat yang dapat merusak pohon. Membakar sampah di batang atau di akar pohon misalnya, hal itu tentu dapat membuat pertumbuhan pohon tidak baik bahkan mati. 

"Masyarakat ikut membantu membersihkan daun daun atau kotoran yang lainnya. Tapi begitu di bawah pohon, itu dibakar," imbuhnya.

Melihat hal itu, pihaknya mengaku sudah memberikan edukasi kepada masyarakat, agar tidak melakukan perbuatan yang sama. Bahkan, tidak jarang petugas juga memberikan teguran langsung kepada yang bersangkutan. Walaupun demikian, Syahrial menegaskan tidak dapat mengawasi aktivitas masyarakat dalam 24 jam. Mengingat jumlah personil yang disiagakan terbatas. 

"Kita berikan peringatan bertahap, mulai dari lisan hingga tertulis. Kalau ketemu pelakunya," tegasnya.

Selain itu, hal lain yang dapat membuat pohon tidak sehat akibat ulah masyarakat adalah melakukan pemakuan pada pohon. 

"Tidak bisa kondisi pohon yang tidak sehat posisinya di pinggir jalan. Itu sangat membahayakan," imbuhnya.

Padahal menurut Syahrial, perbuatan tersebut merupakan tindakan terlarang karena melanggar perda. Jika pohon sudah tidak sehat, maka harus segera dilakukan reboisasi atau penggantian. Mengingat pohon tersebut tidak dapat bertahan dalam jangka panjang. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar