Memasuki Cuaca Ekstrim 2022 Stock Pangan Jember lebih dari Cukup

KBRN – Jember, musim hujan yang di sertai dengan cuaca ekstrim tahun 2022 ini berdampak besar terhadap semua bidang kehidupan manusia dan alam. Dengan kondisi ini tentu perlu adanya kesiapsiagaan disemua lini tak terkecuali ketersediaan pangan. Kabupaten Jember sebagai penyanggah pangan nasional dengan didukung kondisi wilayah yang cukup subur ini nampaknya lebih siap menghadapi cuaca ekstrim yang  tidak menentu ini.

Saat dikonfirmasi tentang stock pangan Jember menghadapi cuaca ekstrim Pimpinan Cabang Bulog Jember Ahmad Mustari mengatakan memasuki musim penghujan dengan kondisi cuaca yang  tidak menentu ini masyarakat diminta untuk tidak perlu kawatir Bulog Jember memiliki stock riil gabah sebanyak 13.700 ton. Gabah dan beras sebanyak itu sebanding lurus dengan masa penyediaan pangan warga selama 6-7 bulan ke depan kategori jenis beras dalam negeri, tandasnya (Jumat, 21/1/2022). 

“Menyentuh kepentingan pangan warga masyarakat apapun telah dipersiapkan bahkan manakala terjadi gejolak harga pasar khususnya beras tentu Bulog secepatnya akan melakukan koordinasi bersama pemerintah kabupaten c/q Disperindag guna melakukan operasi pasar yang bertujuan untuk stabilisasi harga. Namun sampai saat ini kondisi perkembangan harga beras pasaran kategori normal dan stabil”, ungkap Mustari.

Sebagai institusi penyanggah pangan lebih tepatnya sebagai buffer stock pangan daerah dan nasional jalinan komunikasi dan sinergi merupakan kunci utama. Untuk itu pihak Bulog senantiasa melakukan pola koordinasi sinergi dalam mencermati perilaku dan perkembangan harga pasar. 

Menyinggung soal pengadaan atau serapan gabah tahun 2022 ini Ahmad Mustari mengatakan bahwa pihak Bulog akan melakukan koordinasi dengan melibatkan para mitra secara maksimal sembari menunggu juklak/juknisnya yang hingga belum turun dari pemerintah yang diperkirakan bulan Maret 2022 mendatang sudah bisa dilakukan. Namun begitu yang perlu ditekankan adalah kualitas gabah haruslah lebih diutamakan sebagai upaya bentuk pelayanan kepada warga masyarakat. Soal kualitas gabah dan beras tidak pandang bulu untuk selalu di nomor satukan, sambungnya.

Masih menurut Mustari menyoal ketersediaan minyak goreng bersubsidi yang saat ini sedang  hangat menjadi perbincangan di masyarakat hingga kini Bulog Jember masih belum ada petunjuk teknis dari pemerintah. Namun bilamana Bulog ditunjuk untuk melakukan penjualan keberadaan minyak goreng bersubsidi tentu secepatnya akan segera dilakukan dan masyarakat diminta untuk lebih tenang mengingat minyak goreng masih banyak beredar dipasaran serta tidak perlu melakukan aksi borong, pungkas Mustari. (sa/dyt)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar