Jerit Buruh PDP Khayangan: Upah Murah, Rakyat Kecil Lapar Pak Bupati

KBRN,Jember: Aksi Unjuk rasa Buruh PDP Khayangan di depan Pendopo Bupati Jember,Rabu (1/12/2021), diwarnai keluh kesah para buruh atas upah murah yang selama puluhan tahun diterima para buruh di Perusahan Perkebunan milik Pemkab Jember itu.

Salah satunya diungkapkan Nurhayati, buruh perempuan PDP Khayangan di Kebun Sumber Tenggulung yang mengaku telah sekitar 30 tahun bekerja sebagai penyadap getah karet harian lepas. 

Setiap hari ia harus bekerja mulai pukul 01.00 dini hari hingga 09.00 pagi untuk menyadap getah karet. Dari pekerjaannya itu, ia hanya menerima upah sebesar Rp 1.000 per 1 liter getah karet yang dikumpulkan.  

Dalam sehari ia mengaku mampu mengumpulkan sebanyak 10 liter getah karet dengan upah hanya Rp 10.000.

"Jadi Kalau dapat 10 liter diupah 10 ribu sehari, 10 hari 100 ribu, kalau sebulan cuma 300 ribu, gak cukup untuk hidup, anak saya juga sekolah tapi hanya sampai SD karena gak ada biaya lagi" ujarnya.

Dengan nominal upah yang diterima, Nurhayati mengaku tak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Namun sebagai masyarakat kecil, ia mengaku tak memiliki pilihan lain sehingga harus bertahan  menyambung hidup bekerja sebagai buruh harian pepas di PDP Khyangan dengan upah sangat minim. 

"Selama 30 tahun saya menjadi buruh harian lepas di PDP Khayangan tidak ada yang namanya gaji tetap, upah saya hanya dibayar sesuai dengan pendapatan saya menyadap karet saja," keluhnya.

Oleh sebab itu, Nurhayati bersama sejumlah buruh perempuan lainnya juga turut serta bersama puluhan buruh PDP Khayangan yang mengelar unjuk rasa di depan Pendopo Bupati Jember.

"Saya kesini ingin minta pertanggung jawaban dari Bupati Mas, karena Pak Bupati ini sebelumnya berjanji akan mensejahterakan rakyat PDP, malahan dilanggar dan mengangkat Dirut yang belum berpengalaman di perkebunan, pelantikannya tidak ada yang tahu, rakyat kecil lapar pak Bupati," pungkas Nurhayati.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar