FPR Lumajang Geram, Ratusan Korban Gempa Belum Mendapatkan Bantuan

KBRN Lumajang : Ratusan korban gempa bumi, di kecamatan Pronojiwo dan Tempursari Lumajang Jawa Timur, hingga saat ini ternyata belum mendapatkan bantuan dari pihak manapun dan rumah terpal mereka sudah banyak yang rusak saat ini.

Menurut salah satu warga Desa Sidomulyo Kecamatan Pronojiwo yang enggan disebutkan namanya mengatakan jika pihaknya menyesalkan janji yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Lumajang terhadap ratusan korban gempa yang rumahnya rusak ringan dan rusak berat ternyata belum mendapatkan bantuan dari Pemerintah. 

"Iya mereka sampai saat ini belum mendapatkan bantuan dari Pemerintah padahal dulu pasca terjadinya gempa pernah dijanjikan akan diberikan bantuan, namun sampai saat ini hanya tinggal janji," katanya Sabtu (18/09/2021)

Sementara itu Ketua Forum Panggung Rakyat (FPR) Lumajang Dwi Wismo Wardono jika banyaknya laporan dan keluhan warga masuk pada pihaknya tentang banyaknya warga korban gempa hingga saat ini belum dibantu, FPR berjanji akan melaporkan kejadian tersebut kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan akan mempertanyakan kepada pihak yang memiliki kompetensi terkait bantuan tersebut. 

Untuk itu diminta Kepala Daerah agar tidak main main dan perduli terhadap Korban gempa bumi yang belum mendapatkan bantuan

Pemerintah daerah selama ini dinilai kurang tanggap dan kurang serius dalam mengatasi persoalan ini karena pada awal musibah tersebut akan segera diberikan bantuan dan diselesaikan namun faktanya saat ini belum juga dibenahi dan diberikan bantuan sejak kejadian kurang lebih 6 bulan lalu. 

"Pemerintah dinilai telah mengabaikan kepentingan korban gempa di kawasan Pronojiwo dan Kecamatan Tempursari Lumajang karena dulu pernah berjanji dan memang sudah menjadi kewajiban Pemerintah daerah untuk membantu korban gempa, "Tegasnya. 

Kondisi rumah warga  saat ini sangat tidak layak pakai dan belum pernah mendapatkan bantuan untuk melakukan pembangunan Rumah,  betapa tidak warga hingga saat ini tinggal diatas bongkahan pondasi rumah mereka yang hancur akibat goncangan gempa dengan menggunakan atap Terpal dan kondisi terpal banyak yang rusak. 

Kondisi Terpal sebagai tempat berteduh mereka saat ini kondisinya sudah tidak layak dan rusak dimana saat ini musim penghujan sehingga bocor. 

"Tidak ada yang mendapatkan bantuan sampai saat ini, lantas sejauh ini kemana Pemerintah bukankah dulu pernah memberikan janji pada mereka korban gempa, "Katanya. 

Akibat kejadian gempa yang terjadi pada tanggal 11 April 2021 lalu sebanyak 521 rumah dengan rincian 148 rumah rusak berat, 318 rumah rusak sedang dan 62 rumah rusak ringan dan lima orang meninggal dunia akibat musibah tersebut. 

Kerusakan yang ditimbulkan akibat musibah tersebut itu yakni rumah warga roboh maupun retak-retak pada dinding bangunan.

Kerusakan bangunan sebagian besar berada di Kecamatan Tempursari dan Kecamatan Pronojiwo Kabupaten Lumajang.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00