Rapat Paripurna DPRD Jember Diwarnai Aksi Hampir Seribu Warga

KBRN, Jember : Sekitar 1000 personil gabungan TNI/Polri diterjunkan untuk mengawal jalannya agenda rapat paripurna Hak Menyatakan Pendapat DPRD Jember menyikapi polemik atas persoalan kebijakan pemerintah kabupaten Jember. Selain agenda sidang paripurna, juga berlangsung aksi penyampaian aspirasi dari elemen masyarakat mengatasnamakan aliansi masyarakat Jember yang dilaksanakan di bundaran DPRD kabupaten Jember.

Dua agenda yang berlangsung hari ini merupakan buntut dari polemik yang terjadi antara eksekutif dan legislatif, salah satunya terkait permasalahan belum disahkannya APBD, penilaian disclaimer dari BPK kepada pemerintah kabupaten Jember tahun 2019 serta sejumlah persoalan lain yang terjadi di kabupaten Jember.

Untuk menjaga jalannya dua agenda besar tersebut, aparat kepolisian polres Jember, fokus untuk memperketat pengamanan guna kelancaraan dan kondusifitas jalannya pelaksanaan penyampiaan aspirasi dan juga rapat paripurna yang digelar di dalam gedung DPRD Jember pagi hari ini. Pengamanan dilakukan dengan mengoptimalkan petugas dilapangan untuk berjaga serta menyiagakan sejumlah mobil Anti huru hara dan memasang kawat berduri disekeliling kantor DPRD Jember untuk mengantisipasi kerawanan gangguan keamanan.

Selain itu sejumlah ruas jalan utama menuju gedung DPRD Jember juga dilakukan penutupan dan penggalihan arus lalu lintas diantaranya mulai jl Jawa, Gladak kembar, seputaran jalan Semanggi,dan beberapa ruas jalan protokol lainnya yang berada disekitar kawasan gedung DPRD Jember.

oleh sebab itu bagi para pengendara dihimbau tidak melewati sejumlah ruas jalan tersebut untuk menghindari kemacetan dan dihimbau mengunakan jalur alternatif lain.

Kapolres Jember AKBP Aris Priyono dikonfirmasi RRI mengatakan, untuk mengamankan jalannya aksi tersebut seluruh kekuatan personil kepolisian dikerahkan dan disebar baik didalam dan disekitar gedung DPRD Jember. bahkan untuk menjamin kondusifitas dan kelancaraan jalannya pelaksanaan penyampaian aspirasi sejumlah elemen masyarakat tersebut/ pihaknya juga melibatkan personil Brimob bersenjata lengkap dan bantuan dari sejumlah polres samping serta personil TNI.

Disinggung terkait masa pandemi Corona dan potensi terjadinya kerumunan massa saat berlangsungnya pelaksanaan aksi/ Aris Priyono menegaskan pihak kepolisian telah berkordinasi dengan peserta aksi untuk tetap menerapkan SOP kesehatan Covid 19. Kapolres Jember AKBP Aris Supriyono sejak pagi memantau langsung kesiapan pengamanan dan jalannya pelaksanaan aksi di depan gedung DPRD Jember.

Sementara itu hingga pukul 12 siang ini ratusan peserta aksi juga masih berada di bundaran gedung DPRD Jember. Dengan membawa sejumlah poster berisikan seruan dan dukungan terhadap langkah DPRD Jember yang hari ini menggelar sidang rapat paripurna Hak Menyatakan Pendapat dalam menyikapi kontroversi kebijakan bupati Jember yang dituding banyak menabrak aturan.

Dari pantauan dilapangan, sejumlah petugas medis yang diterjunkan pihak kepolisian dengan menggunakan APD lengkap juga melakukan penyemprotan disinfektan ditengah kerumunan massa aksi. pihak kepolisian juga memberikan himbauan terhadap kordinator aksi agar para peserta aksi juga mengenakan masker. selain didominasi para santri dari sejumlah pondok pesantren/ aksi dukungan elemen masyarakat yang tergabung dalam aliansi masyarakat Jember juga diikuti sejumlah ibu-ibu dan anak-anak dibawah umur. hal itu sempat disesalkan sejumlah pihak menyusul hingga saat ini situasi pandemi korona di kabupaten Jember masih dinyatakan masuk dalam zona kuning dan satu kecamatan yakni Kecamatan sumbersari masih status zona merah, menyusul masih ditemukan penambahan jumlah kasus pasien positif terpapar virus corona. (Gandhi/Yanto/Sanjoko)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00