BPPT Apresiasi Sistem e-Voting Pilkades Serentak di Situbondo

KBRN, Situbondo: Kepala Program Sistem Pemilu Elektronik, Badan Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT), Andrari Grahitandaru, mengapresiasi sistem e-voting yang diterapkan pada pemilihan kepala desa serentak di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Katanya, daerah yang menerapkan sistem e-voting, memiliki data base kependudukan yang akurat. Karena proses daftar pemilih tetap (DPT) dalam e-voting melalui proses verifikasi dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disduk Capil) setempat. "Setiap kabupaten yang sudah menerapkan e-voting, tentu menghasilkan data base kependudukan yang akurat," ujar Andrari kepada RRI, di sela memantau langsung pilkades yang menerapkan sistem e-voting, Rabu (23/10/2019). Dia mengemukakan, bahwa e-voting merupakan teknologi yang bertujuan agar pemilu akurat, cepat, dan hasil perolehan suara calon cepat diketahui. Sehingga masyarakat tidak perlu menunggu lama untuk mengetahui hasilnya.  Yang lebih penting lagi dalam sistem e-voting, pemilih diverifikasi melalui e-KTP, sehingga tidak akan ada pemilih ganda ataupun pemilih siluman yang bisa menyusup dan memberikan hak pilihnya.  "e-KTP disesuaikan dengan sidik jari pemilih. Sehingga wacana kecurangan bisa ditekan. pemilih sah, hasil akurat dan cepat," tegas Andrari. Andrari menilai, proses pilkades menggunakan sistem e-voting di Situbondo sudah mengikuti prosedur dari proses tata letak perangkat. Namun satu hal yang menjadi catatan, pemilih tidak perlu dipanggil satu persatu untuk memberikan hak pilihnya, dan tidak perlu diberi undang memilih. "Mereka datang kan membawa KTP. Jadi cukup memberikan KTP nya untuk diverifikasi dan langsung mencoblos. Tidak usah pakai undangan, kan cukup bawa KTP saja," pungkasnya. Andrari menambahkan, di Indonesia, baru 24 kabupaten yang menerapkan sistem e-voting pada pelaksanaan pilkades. Di Jawa Timur hanya ada dua kabupaten, yaitu Sidoarjo dan Situbondo. Jawa Tengah juga dua kabupaten, yaitu Boyolali dan Pemalang. Selebihnya diterapkan di luar Pulau Jawa, seperti Sumatra dan Sulawesi. Sementara itu, Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto mengaku, menggunakan sistem e-voting lebih praktis, akurat dan efisien. Bahkan, bisa memangkas 50 persen biaya dibandingkan dengan sistem pilkades manual. "Sistem ini bagus dan layak untuk dipertimbangkan. Apalagi, testimoni dari sejumlah pemilih, mereka mengaku, sistem ini lebih simpel dan mudah dilakukan," kata Bupati. Selain itu, hasil perolehan suara calon lebih cepat diketahui. Selain akurat, juga mampu menekan angka kecurangan, karena memilih menggunakan e-KTP. Pantauan RRI, seluruh Forkopimda Situbondo dan Kepala Program Sistem Pemilu Elektronik, BPPT, beserta pejabat dinas terkait memantau sejumlah desa yang menggunakan sistem e-voting di Kecamatan Kendit.  Proses pemilihan berjalan lancar, tingkat kehadiran pemilih sangat bagus. Hingga pukul 11.30 WIB, sudah memenuhi quorum, yaitu mencapai 3/4 dari jumlah daftar pemilih tetap.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00