Bawaslu Jember Buka Posko Aduan Masyarakat Terkait Pencatutan Identitas Partai Politik

Ketua Bawaslu Imam Thobrony bersama anggota Bawaslu Resmikan Posko Aduan Masyarakat

KBRN, Jember : Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Jember membuka Posko Aduan Masyarakat terkait pencatutan identitas untuk anggota atau pengurus Partai Politik  secara serntak bersama Bawaslu di seluruh wilayah Indonesia Senin (15/08/2022).

Ketua Bawaslu Kabupaten Jember Imam Thobrony Pusaka S.Sos menyampaikan bahwa Posko Aduan Masyarakat dibuka untuk mempermudah masyarakat untuk melaporkan pecatutan nama sebagai pengurus atau partai politik

“Tujuannya Posko Aduan Masyarakat untuk mempermudah masyarakat untuk menyampaikan keluhan atas pencatutan naamanya sebagai anggota atau pengurus partai politik jadi di halaman” papar Imam Thobrony

Masyarakat dapat melakukan cek data terkait pencatutan nama di halaman website Info Pemilu kpu.go.id/pemilu/cariNIK

“ Misalnya masyarakat tercacut tinggal melakukan tangkapan layar (screenshoot) bisa langsung ke KPU atau ke Bawaslu dengan membawa KTP dan bukti tangkapan layar “ jelas Imam Thobrony

Jika ditemukan adanya pencatutan NIK maka sangsi yang akan diberikan adalah nama yang bersangkutan akan dicoret dan dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) dan akan dilaporkan langsung kepada partai politik yang bersangkutan 

“Sanksinya adalah langsung dicoret jadi di MBS atau di TMS tidak memenuhi syarat langsung diinfokan ke partai politiknya bahwa bisa diperbaiaki kana da vermin perbaikan” papar Imam Thobrony 

Imam Thobrony juga menjelaskan bahwa potensi kegandaan mungkin terjadi karena banyaknya partai politik. Hal tersebut bisa ditekan dengan adanya Posko Pengaduan Masyarakat untuk mengurangi angka pencatutan nama.

Bawaslu hingga saat ini menyatakan terus melakukan pengawasan melekat mulai tanggal 1 Agustus lalu dan informasi terkini hingga berita ini diturunkan KPU kabupaten kota masih belum memiliki password sipol

“KPU kabupaten kota masih belum memiliki password sipolnya jadi data yang dari RI belum ditransfer ke kabupaten kota “ pungkas Imam Thobrony

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar