Capaian Kinerja Pemkab Bondowoso Di Bawah 50 Persen

Rapat Paripurna Penyerahan Rekomendasi DPRD Tahun 2021 Terhadap Penjabaran APBD Tahun Anggaran 2020

KBRN, Bondowoso : Ketua DPRD Bondowoso Ahmad Dhafir menilai, jika disandingkan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), capaian kinerja Pemkab Bondowoso rata-rata di bawah 50 persen.

Namun sebaliknya, draf yang diajukan oleh pihak eksekutif tingkat capaian kinerja mereka hampir semuanya 100 persen. Karena tolak ukurnya, kata Dhafir, berdasarkan ketersediaan anggaran di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD), bukan pada target capaian dari tahun ke tahun.

" Contoh angka pengangguran meningkat, pertumbuhan ekonomi tidak sesuai dengan harapan. Ini semua karena dampak dari Covid. Kita pahami," jelasnya usai rapat paripurna penyerahan rekomendasi DPRD Tahun 2021 terhadap penjabaran APBD tahun anggaran 2020, di Graha Paripurna DPRD Bondowoso, Jumat (21/05/2021).

Untuk itu, pihaknya  berharap eksekutif mengevaluasi kinerja semua OPD dalam melaksanakan kinerjanya. DPRD sendiri telah memberikan rekomendasi perbaikan kinerja pemerintah ke depan.

" Rekomendasi bukan mencari kesalahan. Tapi rekomendasi itu adalah dalam rangka perbaikan penyelenggaraan pemerintah ke depan sesuai RPJMD," beber Dhafir.

DPRD menyadari, kondisi pandemi Covid-19 yang telah memasuki tahun kedua ini banyak mempengaruhi semua sektor pembangunan Pemerintah Daerah. 

Data dihimpun RRI, pertumbuhan ekonomi Bondowoso selama tahun 2020 sebesar -1, 36 %,  persentase kemiskinan yang pada tahun 2019 turun pada level 13,33% pada tahun 2020 meningkat menjadi 14,17%.

Begitu juga angka tingkat pengangguran terbuka yang meningkat cukup signifikan yang pada tahun sebelumya  sebesar 2,96%  pada tahun 2020 jumlah pengangguran bertambah 19.473 orang atau sebesar 4,13%. 

Apabila capaian kinerja disuaikan dengan target RPJMD, masih banyak target capaian yang masih rendah, misalnya terkait kinerja persampahan hanya berkisar 27%, kinerja program pembangunan/rehabilitasi/pemeliharaan jalan dan jembatan masih sangat rendah.

Bahkan, capaian  kinerja program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang masih rendah  kurang dari 50%, sehingga perlu adanya evaluasi/perbaikan tahun mendatang. (san)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00