FOKUS: #PILKADA 2020

Tren Pelanggaran Protokol Kesehatan Selama Kampanye Meningkat

KBRN, Banyuwangi : Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia mencatat, tren pelanggaran protokol kesehatan Covid-19 selama masa kampanye Pilkada Serentak 2020 mengalami peningkatan.Berdasarkan laporan yang  diterima Bawaslu RI, selama periode 26 Oktober sampai  4 November 2020, atau selama 10 hari terakhir tercacat ada sebanyak 397 pelanggaran protokol kesehatan, yang dilakukan peserta pilkada di seluruh Indonesia. 

Komisioner Bawaslu RI, Fritz Edward Siregar menyebutkan, tren pelanggaran cenderung naik setiap harinya, selama proses kampanye yang sudah berjalan lebih dari 40 hari, tercatat ada sebanyak 1351 pelanggaran protokol kesehatan, dari jumlah tersebut, pelanggaran dalam sepuluh hari terakhir yang mencapai 397 merupakan angka tertinggi, selama periode yang sama.

"Jika kita lihat selama periode 10 hari pertama hanya ada 237 pelanggaran, 10 hari kedua 375, sepuluh hari ketiga 306, dan 10 hari keempat jumlahnya mencapai 397 pelanggaran," ungkap Fritz Edward Siregar, ketika mengunjungi Bawaslu Banyuwangi, Senin (9/11/2020).

Fritz menjelaskan tingginya pelanggaran protokol kesehatan Covid-19 dikarenakan, peserta pilkada lebih memilih kampanye tatap muka, ketimbang melalui media sosial atau secara daring.

“Secara nasional, paslon masih banyak melakukan metode kampanye dengan cara  pertemuan terbatas dengan jumlah pesert melebihi 50 orang, ketimbang daring,” jelas Fritz Edward Siregar.

Bawaslu RI berharap semua peserta pilkada serentak 2020 bisa lebih disiplin terhadap penerapan protokol kesehatan, mulai dari mengunakan masker, menjaga jarak (menghindari kerumunan) dan mencuci tangan, agar pilkada serentak yang akan digelar pada 9 Desember 2020 tidak menjadi kluster baru penyebaran Covid-19.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00