Pastikan Aman Dari COVID-19, Bawaslu Banyuwangi Rapid Test Seluruh Jajaran

KBRN, Banyuwangi : Bawaslu Kabupaten Banyuwangi kembali melaksanakan Rapid Test massal tahap kedua, untuk memastikan jajaranya bebas dari Covid-19. Kegiatan rapid test yang dilaksanakan pada Sabtu (24/10/2020), diselenggarakan secara serentak dibagi  dalam 5 lokasi sesuai daerah pemilihan atau dapil di Kabupaten Banyuwangi.

Komisioner Bawas Banyuwangi, Hasyim Wahid, Sabtu (24/10/2020) mengatakan, dalam rapid test serentak kali ini melibatkan sebanyak 434 personil pengawas pemilihan, dimulai dari jajaran Bawaslu dan sekretariat Bawaslu Kabupaten Banyuwangi, Panwaslu Kecamatan dan staf, hingga Panwaslu Kelurahan/Desa atau PKD se-Banyuwangi.

"Hari ini semuanya jajaran mulai dari Komisoner hingga pengawas ditingkat keluarah dan desa kita rapid, yang kita bagi di 5 lokasi berbeda," ungkap Hasyim Wahid.

Rapid test tahap kedua ini dilakukan, karena intensitas kinerja pengawasan dalam kegiatan kampanye pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi saat ini semakin tinggi, sehingga pelaksanaan Rapid test ini merupakan ikhtiar untuk mencegah penyebaran covid-19.

Koordinator Sekretariat Bawaslu Kabupaten Banyuwangi, Sukorenangningsih mengatakan  Rapid Test khusus untuk jajaran Bawaslu Kabupaten Banyuwangi ini berjalan dengan lancar dan tertib, untuk hasil rapid, pihaknya masih menunggu hasil dari pihak medis setelah semua personil pengawas pemilihan dilakukan rapid test.

"Kegiatan ini selain sudah menjadi instruksi dari Bawaslu Republik Indonesia juga untuk memastikan jika personil pengawas pemilihan di Banyuwangi kondisinya sehat hingga tahap kampanye ini," Jelas Suko, Sabtu (24/10/2020).

Jika hasil rapid test non reaktif semua, masyarakat akan semakin bisa diyakinkan jika penyelenggara pemilihan khususnya Bawaslu dan jajarannya kondisinya sehat dan tidak bagian dari cluster baru penyebaran Covid 19, sekaligus semakin memantapkan kesiapan pengawas pemilihan untuk terjun ke lapangan serta pelaksanaan Pilkada di Banyuwangi dapat berjalan tanpa kekhawatiran.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00