Lagi! Dugaan Pelanggaran Netrlaitas ASN Dihentikan

Kantor Bawaslu Situbondo, di Jalan Madura Kelurahan Mimbaan Kecamatan Panji. (Foto Diana Arista).

KBRN, Situbondo : Dugaan pelanggaran netralitas ASN di Situbondo, Jawa Timur, kasusnya dihentikan karena tidak memenuhi unsur yang mengarah kepada pelanggaran.

Menurut Ketua Bawaslu Situbondo, Murtafi', berdasarkan keterangan yang diperoleh belum ditemukan adanya unsur kesengajaan, yang secara kausalitas dapat dihubungkan langsung bahwa tindakan ASN tersebut menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon.

"Melalui keterangan saksi-saksi termasuk terlapor, ternyata tidak ditemukan adanya unsur kesengajaan yang menguntungkan atau merugikan salah satu paslon," ujar Lopa, sapaan akrabnya, Rabu (21/10/2020).

Lopa mengemukakan, berdasarkan hasil pembahasan bersama dengan Sentra Gakkumdu, tidak ditemukan adanya pelanggaran pidana Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati pada kasus netralitas ASN, sehingga kasus ini tidak ditindaklanjuti.

"Berdasarkan hasil pembahasan di sentra Gakkumdu, kita plenokan. Hasilnya, kasus ini tidak bisa diteruskan pada tahap berikutnya," tegas Lopa.

Lopa mengaku, dari keterangan saksi terlapor bahwa tanda dua jari seperti orang menembak, yang digunakan oleh beberapa ASN di lingkungan Pemkab Situbondo itu, tidak mengarah kepada salah satu pasangan calon, namun merupakan simbol kompetensi.

"Tanda atau simbol seperti orang menembak itu, bukan simbol salah satu paslon tapi simbol kompetensi. Mereka juga membawa bukti dokumen di tahun sebelumnya yang menggunakan tanda yang sama," bebernya.

Diinformasikan RRI sebelumnya, laporan terkait dugaan pelanggaran netralitas ASN berawal, saat akun facebook bernama Dimas Firmansyah, mengunggah foto bersama di acara pembukaan Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK), pada Senin 5 Oktober 2020.

Tiga orang diantaranya berseragam keki (seragam pemda warna kopi susu), selebihnya berseragam kaos dan memakai baju bebas. Dalam foto tersebut mereka menggunakan tanda atau simbol tertentu yang mengarah kepada salah satu paslon. (din/dyt)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00