Bawaslu Jember Kaji Laporan Dugaan Pidana Pemilu Oknum Perangkat RW Bagi Uang ke Warga

KBRN,Jember : Video seorang pria yang diduga sebagai oknum ketua RW sedang membagikan uang ke warga dan menggarahakan warga untuk memberikan hak suara kepada salah satu pasangan calon bupati dan wakil bupati Jember pada Pilkada Serentak 2020 mendadak menjadi sorotan publik luas.  

Video berdurasi sekitar 1 menit 21 detik itu, tersebar melalui media sosial dan pesan berantai whatshaap.

Peristiwa dugaan pelanggaran pemilu yang diketahui terjadi di Desa Tanggul Wetan, Kecamatan Tanggul akhirnya secara resmi dilaporkan kepada Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Jember, Minggu (18/10/2020), oleh salah satu warga desa setempat.

"Iya benar kemarin kita terima laporan dari Warga Negara Indonesia terkait persoalan itu, untuk selanjutnya masih kita lakukan pemeriksaan berkas apakah sudah memenuhi unsur secara formil dan matriil," ujar Ketua Bawaslu Kabupaten Jember, Imam Tohbrony Pusaka saat dikonfirmasi RRI, Senin (19/01/2020).

Menurut Tohbrony, pihaknya memastikan tetap akan menindaklanjuti setiap laporan dugaan terjadinya pelanggaran yang dilakkukan oleh masing-masing pasangan calon,tim paslon sesuai mekanisme aturan pemilu yang berlaku. Khususnya saat terjadi pelanggaran yang masuk kategori pidana pemilu.

Seperti diketahui Seluruh tahapan pelaksanaan Pilkada 2020 berpaku pada kebijakan Peraturan Perundang-undangan 10/2016.

Dalam UU tersebut, spesifiknya pada pasal 187 huruf a ayat satu dan dua, pemberi maupun penerima politik uang akan sama-sama mendapatkan sanksi, berupa pidana penjara minimal 36 bulan dan maksimal 72 bulan. Selain itu juga pidana denda paling sedikit Rp 200 juta dan maksimal Rp 1 miliar.

"Jika secara formil dan matriil  terpenuhi,maka nantinya kita akan lakukan analisa terhadap sejumlah barang bukti yang diserahkan oleh pihak pelapor,salah satunya untuk memeriksa terlapor serta konten keasliaan video yang sempat beredar luas di media sosial," paparnya.

Thabrony berjanji, setelah dilakukan pemeriksaan maka pihak Bawaslu akan secara resmi menyampaikan hasil seluruh pemeriksaan atas laporan dugaan pelanggaran yang disampaikan seorang WNI itu kepada publik.  

"Apapun hasil pemeriksaan nanti pasti kita sampaikan dan rilis melalui teman-teman media, untuk sementara kami belum bisa banyak memberikan komentar karena kami masih mengkaji laporan tersebut," kata Thabrony.

Dari informasi yang dihimpun RRI, Delsi Prastiadi Lamojong, (46) yang masih satu desa dengan terlapor menyerahkan bukti sebuah rekaman video berdurasi 2 menit 44 detik dan screenshot jejak digital postingan terlapor ke Bawaslu Kabupaten Jember.

Menurut Delsi, video itu diposting sendiri oleh Ketua RW tersebut, meski akhirnya dihapus. Namun video terlanjur menyebar melalui whatsapp grup maupun Facebook.

Dalam video itu terlihat Ketua RW  mengumpulkan sejumlah ibu-ibu dengan atribut kampanye salah satu paslon. Bahkan, dia pun terang-terangan mewajibkan penerima PKH yang merupakan program Kementerian Sosial (Kemensos) untuk mencoblos paslon pilihannya.,(gan/pw)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00