Bawaslu: Tak Ada Unsur Pelanggaran pada Pemasangan Iklan Cukai Tembakau

Kantor Bawaslu Situbondo, di Jalan Madura Kelurahan Mimbaan Kecamatan Panji. (Foto Diana Arista).

KBRN, Situbondo : Bawaslu Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, menyatakan tidak menemukan unsur pelanggaran hukum pada pemasangan iklan cukai tembakau.

Pernyataan ini dikemukakan Bawaslu, setelah melakukan beberapa rangkaian penyelidikan oleh Gakkumdu, yang terdiri dari unsur Kepolisian dan Kejaksaan.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan, dan dihubungkan dengan bukti-bukti, lalu kita pleno bersama Gakkumdu, akhirnya diputuskan untuk tidak ditindaklanjuti," ujar Koordinator Sentra Gakkumdu, Fitrianto, kepada RRI, Sabtu (17/10/2020).

Fitrianto mengemukakan, laporan dugaan pelanggaran iklan cukai tembakau pada salah satu media cetak harian, ternyata tidak terpenuhi unsur sebagaimana dimaksud pada pasal 71 ayat (1) dan (3) Undang-Undang Nomor 10 tahun 2016.

"Pasal 71 ayat (1) itu kan membuat keputusan atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon, selama masa kampanye. Itu tidak terbukti, makanya tidak ditindaklanjuti," bebernya.

Pria yang juga menjabat sebagai Komisioner Bawaslu Divisi Penanganan Pelanggaran ini mengaku, selain tidak ditemukan unsur pidananya, juga tidak ditemukan adanya dugaan pelanggaran netralitas ASN.

"Laporan ini kan satu kesatuan. Jadi ketika tidak bisa ditindaklanjuti, ya selesai. Tidak ada proses lainnya, termasuk netrlaitas ASN," terang Fitroh, sapaan akrabnya.

Fitroh merinci, selama tahapan Pilkada berlangsung, sudah ada lima laporan yang ditangani Bawaslu. Tiga laporan diantaranya terjadi sebelum kampanye. Dua laporan lainnya masuk tahapan kampanye.

"Tiga laporan sudah kita proses. Sementara dua laporan lainnya, yang satu statusnya tidak bisa ditindaklanjuti, dan satu lagi masih berproses, terkait netralitas ASN," ungkapnya.

Diinformasikan RRI sebelumnya, beredar iklan cukai tembakau di sebuah media cetak harian, pada Selasa 6 Oktober 2020.

Iklan cukai tembakau yang bersumber dari Dana APBD itu memuat gambar calon Bupati petahana, Yoyok Mulyadi, bersama Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto.

Yoyok Mulyadi adalah calon Bupati Situbondo, berpasangan dengan Abu Bakar Abdi dengan nomor urut 02. Sedangkan rivalnya, yakni Karna Suswandi berpasangan dengan Ny.Hj Khoirani dengan nomor urut 01. (din/dyt)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00