Sembilan Perguruan Pencak Silat di Situbondo Deklarasi Pilkada Damai

Sembilan Perguruan Pencak Silat di Situbondo saat melakukan rapat virtual. Sabtu (19/9/2020) (Foto Istimewa).

KBRN, Situbondo : Pilkada damai dan aman terus digaungkan oleh berbagai elemen. Seperti halnya yang dilakukan oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Situbondo.

Ketua IPSI Situbondo, Rahmad mengaku siap menciptakan Pilkada damai dan aman. Bahkan, IPSI bersama sembilan pimpinan Perguruan Pencak Silat di Situbondo, telah mendeklarasikan Pilkada Damai.

"Saat melakukan rapat virtual dengan sembilan pimpinan perguruan pencak silat di Persinas Asad Provinsi Jawa Timur, akhirnya disepakati untuk mendeklarasikan Pilkada damai," ujar Rahmad kepada RRI, Sabtu (19/9/2020).

Deklarasi ini akan ditindaklanjuti dengan sosialisasi kepada warga pencak silat di sembilan perguruan tinggi yang ada di Situbondo. Sosialisasi akan dilakukan pada Senin, 21 September sekaligus dalam rangka acara pelatihan para pelatih.

"Senin besok akan ada pelatihan bagi pelatih di sembilan perguruan tinggi. Kami akan menyampaikan terkait Pilkada damai kepada para pelatih agar meneruskan kepada warganya," beber mantan Wakil Bupati Situbondo itu.

Rahmad juga mengimbau agar warga pencak silat tidak menggunakan atribut saat mengikuti kampanye atau pun saat menjadi tim sukses salah satu pasangan calon bupati dan wakil bupati.

"Jadi timses atau pun mendukung salah satu pasangan sah-sah saja. Asalkan jangan memakai atribut perguruan," ujarnya.

Adapun nama-nama sembilan perguruan pencak silat di Situbondo, diantaranya, Persinas Asad, Pagar Nusa, PSHT, Perisai Diri, Tapak Suci, Pamur, PPS Kancil, Naga Putih, dan PPS Salamun Alaikum.

"Perguruan anggota IPSI Situbondo ini semua pelatihnya bersertifikat," tutupnya.

Situbondo merupakan salah satu kabupaten yang akan mengikuti Pilkada serentak pada 9 Desember 2020.

Ada dua kandidat bakal calon bupati dan wakil bupati yang telah mendaftar, yakni pasangan Yoyok Mulyadi - Abu Bakar Abdi dan Karna Suswandi - Khoirani. (din/dyt)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00