Polres Situbondo Siapkan Skenario Pengamanan Pilkada

Petugas saat menghalau massa yang anarkis. Mereka meminta Pilkada ulang karena proses Pilkada dinilai curang. Sabtu (19/9/2020) (Foto Diana Arista).

KBRN, Situbondo : Kepolisian Resor Situbondo sudah mempersiapkan skenario pengamanan Pilkada di tengah pandemi, dengan menggelar simulasi pengamanan Pilkada, Sabtu (19/9/2020).

Kapolres Situbondo, AKBP Imam Rifai mengaku, simulasi ini untuk lebih mempersiapkan pasukannya dalam pengamanan setiap tahapan Pilkada, khususnya jika terjadi unjuk rasa oleh massa pendukung.

"Mengingatkan kembali kepada seluruh personil yang terlibat, terkait standar operasional prosedur pengamanan, khususnya Pilkada," ujar Imam Rifai usai simulasi di halaman Mapolres Situbondo.

Simulasi dilakukan mulai dari pengamanan kampanye, penertiban alat peraga, pengamanan pada masa pungut hitung, hingga pengumuman hasil pungut hitung di tingkat kabupaten yang dilakukan di kantor KPU.

"Kami lakukan juga simulasi sispam kota untuk mengantisipasi adanya eskalasi. Walaupun harapan kita, Pilkada akan berlangsung aman dan damai," bebernya.

Imam Rifai mengaku, bahwa potensi kerawanan harus bisa diantisipasi agar tidak terjadi. Selain alasan pandemi COVID-19, Pilkada juga harus tetap mempertahankan suasana kondusif seperti semula.

"Kita juga telah meminta kepada kedua pasangan bakal calon, agar punya tim pengaman yang bertugas mengawasi penerapan protokol kesehatan di wilayahnya," terang Imam Rifai.

Pantauan RRI, simulasi melibatkan sekitar 200 personil gabungan dari TNI/Polri dan Satpol PP. Mereka mengamankan di setiap tahapan Pilkada, hingga terjadinya aksi demonstrasi yang dilakukan oleh massa pendukung karena tidak terima jagoannya kalah.

Saat terjadinya aksi demonstrasi, sempat terjadi bentrok antara petugas dan massa aksi demonstran. Hingga akhirnya petugas berhasil memukul mundur dengan menyemprotkan air menggunakan mobil water cannon.

Seketika itu juga, 150 orang demonstran terpecah dan sebagian lari meninggalkan lokasi. Massa melemah dan jumlahnya berkurang.

Sebagai prosedur lanjutan, petugas memecah kerumunan dengan menggunakan sepeda motor. Setelah dipastikan massa mundur, tim dalmas tetap bersiaga di lokasi.

Selain water cannon, mobile security barrier yang berfungsi melindungi atau membuat kawat berduri di sekitar objek vital dipasang. Alat ini untuk menyekat pengunjuk rasa yang bersifat anarkis. (din/dyt)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00