DPS di Situbondo Sebanyak 494.000 Pemilih

KPU saat menetapkan Daftar Pemikih Sementara di Aula Pemkab. Senin (14/9/2020) (Foto Diana Arista).

KBRN, Situbondo : Setelah sempat tertunda, akhirnya KPU Situbondo, menetapkan jumlah pemilih sementara (DPS), pada acara Rapat Pleno Terbuka Lanjutan Rekapitulasi DPHP dan Penetapan DPS, Senin (14/9/2020)."Kami tetapkan jumlah pemilih sementara, yaitu sebanyak 494.400 orang dengan rincian, laki-laki sebanyak 238.693 dan perempuan 255.707," ujar Komisioner Divisi Perencanaan Data dan Informasi (rendatin) KPU Situbondo, Usman Hadi kepada RRI.Ia mengemukakan, jumlah daftar pemilih sementara ini dimungkinkan terus bergerak, bisa bertambah bahkan berkurang, sebab proses perbaikan data pemilih terus berlangsung hingga 5 Desember 2020."DPS ini akan diumumkan di setiap desa atau kelurahan, dan juga di sekitar tempat pemungutan suara (TPS)," beber Usman.Dengan diumumkannya DPS, pemilih bisa melakukan kroscek jika terdapat kesalahan data. Termasuk juga bisa mengajukan kepada Panitia Pemungutan Suara (PPS), jika namanya tidak tercatat ke dalam DPS."Pada proses pengumuman DPS ini, kita berikan waktu 10 hari kepada pemilih untuk menyampaikan tanggapannya. Kita akan menerima tanggapan itu asalkan sesuai dengan KTP dan KK," terangnya.Sementara itu, Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antarlembaga (PHL) Bawaslu Situbondo, Ahmad Faridl Ma'ruf mengatakan, Bawaslu menyetujui penetapan daftar pemilih sementara oleh KPU dengan catatan."Kami setuju dengan penetapan DPS. Tetapi ada beberapa catatan," ujar Farid usai mengikuti Rapat Pleno Terbuka Penetapan DPS, di Aula Pemkab.Catatan tersebut diantaranya, kinerja Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) dalam proses pencoklitan perlu peningkatan kapasitas. Termasuk kinerja PPS dan PPK dalam menyusun dan merekap Daftar Pemilih Hasil Perbaikan (DPHP)."Agar KPU juga berkoordinasi dengan Disdukcapil, terkait dinamika penduduk yang sudah memiliki hak pilih, sehingga tak ada satupun warga Situbondo yang kehilangan hak konstitusinya," imbuh Farid.Kata Farid, DPS ini masih sangat dinamis, mengingat prosesnya cukup panjang, hingga penetapan daftar pemilih tetap (DPT) pada tanggal 5 Desember 2020 atau empat hari sebelum hari pencoblosan yang akan berlangsung 9 Desember 2020."Data ini masih dinamis dan akan terus bergerak. Jadi masih banyak ruang untuk dilakukan perbaikan. Meskipun DPT ditetapkan, pemilih yang tidak terdaftar bisa menggunakan e-KTP," ujar alumni Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk Sumenep ini. (din/dyt)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00