KPU: Perketat Protokol Kesehatan di Setiap Tahapan Pilkada

Ketua KPU Situbondo, Marwoto saat dikonfirmasi terkait penerapan protokol kesehatan di setiap tahapan Pilkada. (Foto Diana Arista).

KBRN, Situbondo : Kritikan berbagai elemen masyarakat pada tahap pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati Situbondo, menjadi cambuk bagi KPU Situbondo untuk berbuat lebih baik lagi dalam mematuhi protokol kesehatan.

Kepada RRI, Ketua KPU Situbondo Marwoto mengaku, KPU bersama pihak terkait saat ini sedang melakukan koordinasi guna membahas langkah ataupun protap yang akan ditempuh pada setiap tahapan Pilkada sekaligus untuk memutus penyebaran COVID-19.

"Kita akan segera menggelar rapat dengan Bawaslu, Pemkab, dan Kepolisian, untuk membahas sanksi keras yang akan diberikan kepada paslon yang melanggar protokol kesehatan," ujar Marwoto, Jumat (11/9/2020)

Selain itu, kata Marwoto, KPU juga masih menunggu juklak juknis dari KPU pusat terkait tata cara dalam melaksanakan tahapan demi tahapan Pilkada di tengah pandemi COVID-19, karena semua akan diseragamkan.

"Menunggu PKPU ya, kalau drafnya sudah ada, seperti mengatur jarak saat pencoblosan, suhu tubuh di atas 37,5 akan difasilitasi bilik khusus, dan lainnya," beber Marwoto.

Sementara itu, tahapan kampanye yang akan berlangsung mulai 26 September hingga 5 Desember 2020, juga menjadi atensi KPU untuk memperketat pengawasan dalam menerapkan protokol kesehatan yang dilakukan oleh kedua pasangan calon.

Ada tiga model kampanye di masa pandemi, yaitu rapat umum yang hanya dilakukan sekali selama masa kampanye. Peserta kampanye dibatasi maksimal 100 orang. Ada juga rapat terbatas yang bisa dilakukan 5 kali selama masa kampanye, dan dihadiri maksimal 50 orang.

"Yang menjadi catatan kami, kampanye tidak boleh dilakukan di zona merah," imbuh Marwoto.

KPU juga memfasilitasi kampanye melalui daring. Model kampanye ini tidak dibatasi dengan waktu. Hanya saja, yang bersangkutan harus mendaftarkan akunnya terlebih dulu ke KPU. Maksimal ada 5 akun yang didaftarkan.

"Di luar 5 akun itu bukan tanggungjawab KPU jika ada permasalahan di kemudian hari," beber Marwoto.

Diinformasikan sebelumnya, ada dua kandidat bakal calon bupati dan wakil bupati, yang ikut kontestasi dalam Pilkada serentak di Situbondo. Yakni pasangan petahana, Yoyok Mulyadi - Abu Bakar Abdi dan Karna Suswandi - Khoirani.

Keduanya diusung oleh partai politik. Petahana diusung oleh 4 parpol, diantaranya, PKB, PKS, Golkar, Nasdem dan partai non parlemen Hanura.

Sedangkan pasangan Karna Suswandi - Khoirani, diusung oleh delapan parpol termasuk non parlemen, diantaranya, PPP, PDI Perjuangan, Gerindra, Demokrat, PBB, PSI, PAN dan Perindo. (din/dyt)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00